kesepian-tips-cara menyesuaikan diri dilingkungan baru

Menyesuaikan Diri di Lingkungan Baru: Sebuah Tantangan

TANYA:

Halo, Tim KonsultasiPsikologi.icbc-indonesia.org. Perkenalkan nama saya Jason, 15 tahun. Saya tinggal di Bogor. Saya punya masalah tentang kehidupan sosial saya. Jadi ceritanya, saya ini adalah anak pindahan rumah. Dulu saya tinggal di Jakarta Utara, sekarang pindah ke Bogor… . Ketika pindah inilah saya merasakan masalah, stress, menyesuaikan diri di lingkungan baru.

Saya menjadi anak rumahan. Karena saya anak pindahan. Sebenarnya di lingkungan saya banyak anak – anak yang bermain, tapi saya takut/tidak percaya diri untuk berkenalan dengan mereka. Ditambah, saya perhatikan mereka adalah anak-anak nakal/badung… . Yang hobi nongkrong sampai malam. Lingkungan saya saat ini berbeda dengan lingkungan dulu di Jakarta Utara. Disitulah rasa tak percaya diri saya bertambah. Saya pun membiarkannya hingga sampai saat ini saya tak punya teman di rumah.

kesepian-tips-cara menyesuaikan diri dilingkungan baru 2rKeadaan itu berlalu, saya waktu itu masih merasa biasa-bisa saja walau tak punya teman di rumah. Hingga akhirnya, ketika liburan…, saya merasa sangat kesepian. Ditambah saya orangnya jadi pendiam, lebih suka di rumah (hasil googling: saya punya sifat introvert-tertutup). Dan saya merasa bahwa kemampuan sosial saya menjadi berkurang. Saya menjadi canggung berbicara/bersosialisasi bahkan dengan teman sebangku saya. Ketika bersosialisasi dengan teman sebangku, badan saya merasa seperti KAKU / susah digerakkan. Jadi, bagaimana solusinya? Mohon solusinya, saya merasa tersiksa… . Ditambah hobi saya tak ada yang sama dengan teman sekelas. Jadi tambah susah… .

Jason, Bogor

JAWAB:

Hai, Jason. Sepertinya kehidupanmu saat ini sedang tidak begitu menyenangkan, ya… . Saya dapat merasakan betapa perubahan situasi dan lingkungan menimbulkan rasa tak nyaman pada dirimu, dan ini berlangsung setiap hari. Jika pikiran kamu terpusat pada hal-hal yang negatif (ketaknyamanan) maka kamu akan cenderung melihat sesuatu secara negatif. Diantara segala situasi dan peristiwa di lingkungan barumu itu, sebenarnya ada pengalaman baik. Akan tetapi dengan cara pandang seperti itu, pasti ada saja yang negatif. 🙂

Baca juga » Menjalin Hubungan dengan Teman Sebaya Suka Nggak Nyambung

Apakah kamu menyimpan rasa kecewa yang dalam terkait kepindahan ini, sesuatu yang menyakitkan? Apakah proses pindah domisili ini diawali dengan diskusi keluarga atau pemberitahuan terlebih dahulu? Apakah kamu memiliki ruang untuk menyampaikan ketidaksetujuan atau pendapat dalam keputusan ini? Alih-alih menyalahkan kenapa harus pindah, mengapa pindah ke Bogor, dan seterusnya…, bagaimana kalau kamu lebih memusatkan perhatian pada hal yang lebih bermakna positif bagimu?

 kesepian-tips-cara menyesuaikan diri dilingkungan baruBerlatih Menemukan Hal Positif dari Setiap Peristiwa untuk Menyesuaikan Diri di Lingkungan Baru

 

Sebetulnya kamu akan dapat lebih memperoleh manfaat dan mengalami hidup yang lebih bermakna jika kamu bisa menyesuaikan diri di lingkungan baru dengan lebih mengambil dan menikmati makna-makna positif dari pengalaman yang kamu lalui. Meskipun sangat kecil. Nah, bagaimana kalau kamu sekarang berlatih untuk menemukan hal positif dari setiap kejadian yang kamu alami, sebelum pikiranmu teralihkan dan fokus pada hal negatif?

Langkah awal yang dapat kamu lakukan adalah membuat Daftar Aktivitas Menyenangkan, dengan pengelompokan sebagai berikut:

  1. Kelompok aktivitas menyenangkan yang dapat dilakukan sendiri di rumah
  2. Kelompok aktivitas menyenangkan yang dapat dilakukan di luar rumah-selepas sekolah. Tuliskan juga tempatnya (dimana) dan waktunya.
  3. Kelompok aktivitas menyenangkan di sekolah, yang biasanya membuatmu bersemangat.

Selain itu, cobalah untuk lebih sering menekuni hobi yang membuatmu merasa lebih santai dan nyaman. Melakukan hobi memang akan lebih menyenangkan jika bersama teman. Tapi, apakah kita perlu terus tergantung pada orang lain untuk dapat memperolah kesenangan? Atau, bagaimana kalau mencari teman lain yang memiliki kesamaan aktivitas seperti kita?

Hal lain yang juga akan lebih bermakna dan berarti positif bagi dirimu adalah melakukan kegiatan-kegiatan pengembangan diri yang dapat menunjang cita-cita kamu. Lihat kembali ke dalam dirimu, impian atau profesi apa yang ingin kamu capai di masa depan? Lalu coba carilah informasi tentang keahlian atau keterampilan untuk unggul dibidang itu. Dari situ, coba cocokkan mana yang sudah ada pada dirimu dan mana yang belum ada. Nah, bagian-bagian yang belum ada itu yang berarti perlu kamu kembangkan, baik secara mandiri/otodidak maupun dengan bimbingan orang lain.

Dalam kehidupan ini, pasti akan selalu ada persoalan atau kondisi yang tidak menyenangkan untuk dialami. Termasuk pindah rumah, dan harus menyesuaikan diri di lingkungan baru. Seringkali peristiwa atau persoalan yang tidak menyenangkan itu terlihat lebih banyak daripada peristiwa yang menyenangkan. Terus mengutuk, meributkan, mengeluh, atau menyesali, tidak akan memperbaiki apa yang terjadi. Bukannya menjadi lebih baik, lebih nyaman, tetapi justru semakin terasa hal-hal negatif itu. Yang perlu dilakukan adalah: tinggalkan dan bergeraklah menuju sesuatu yang lebih positif. Oke, Jason. Selamat mencoba menyesuaikan diri di lingkungan baru, dan semangat selalu, yaa… .

About Lucia Peppy Novianti, M.Psi, Psikolog

Adalah seorang psikolog lulusan UGM Yogyakarta, memiliki ketertarikan utama pada psikologi klinis dewasa, terutama kajian mengenai individu, keluarga, dan kehidupan remaja. Selain aktif sebagai pendamping penyintas kekerasan terhadap anak & perempuan, ia terlibat dalam sejumlah penelitian dan aktif menjadi pembicara di berbagai seminar. Sejak 2017, mendirikan Wiloka Workshop Jogja (lengkapnya di laman 'Konselor')

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *