Tag Archives: percintaan

bingung sedih kalau pacar minta putus

Kalau Pacar Minta Putus Terus, Apa Masih Bisa Dipertahankan?

TANYA:

Dear KonsultasiPsikologi.icbc-indonesia.org, hubunganku dengan pacar akhir-akhir ini menemui banyak masalah. Semenjak dia mempunyai dunia baru (kuliah), dia berbeda. Kami pacaran sudah 8 tahun. 1 bulan terakhir ini kami selalu bertengkar, berselisih pendapat, dan dia sering sekali mengucap kata ‘putus’. Saya tidak pernah mengiyakan karena saya sangat mencintainya, saya tidak ingin ditinggalkan. Saat emosi, dia kadang melakukan kekerasan, dan Continue reading Kalau Pacar Minta Putus Terus, Apa Masih Bisa Dipertahankan?

cara wanita-perempuan mengungkapkan perasaan kepada pria lebih dulu

Wanita Mengungkapkan Perasaan Kepada Pria Lebih Dulu?

TANYA:

Saya seorang wanita usia 21 tahun, sedang tertarik dengan seorang duda berusia 31 tahun yang memiliki seorang anak laki-laki berusia 5th. Saya sangat berharap bisa menjadi pendamping hidupnya dan menjadi ibu bagi anaknya. Tapi dia tidak tahu bagaimana perasaan saya padanya dan saya juga tidak yakin apakah dia punya perasaan yang sama dengan saya. Saya harus bagaimana agar dia tahu perasaan saya, karena bagi saya tabu kalau Continue reading Wanita Mengungkapkan Perasaan Kepada Pria Lebih Dulu?

jika orang tua tidak merestui rencana pernikahan-pacar-pasangan

Jika Orang Tua Tidak Merestui Rencana Pernikahan

TANYA:

Saya ingin berkonsultasi. Saya mempunyai pacar. Kami saling mencintai, sudah saling merasa cocok, dan kami serius dalam berhubungan. Akan tetapi, dari pihak orang tua tidak merestui, terutama ibu saya, karena pacar saya ini berstatus duda dan berada jauh di lain daerah (Kalimantan). Tapi kemarin dia sudah membuktikan keseriusannya dengan datang dari Kalimantan dan ke rumah menemui orang tua saya. Apa yang harus saya lakukan supaya orang tua merestui rencana kami menuju jenjang hubungan yang lebih serius? Terima kasih sebelumnya, KonsultasiPsikologi.icbc-indonesia.org.

Wanda di Yogyakarta (karyawan, 24 tahun)

JAWAB:

Jika Orang Tua Tidak Merestui Rencana Pernikahan

jika orang tua tidak merestui rencana pernikahan-pacar-pasangan

 

Hai Wanda yang sedang dipenuhi keindahan cinta… . Ketika kita sedang diliputi emosi atau perasaan tertentu, sering kali ada aspek (bagian) dalam diri kita yang menjadi tertutup. Aspek itu adalah aspek kemampuan berpikir jernih dan berperilaku sehat. Sebagai contoh, ketika sedang mengendarai kendaraan bermotor, tiba-tiba dari belakang ada sebuah motor yang melaju kencang, mendahului, dan bahkan nyaris menyerempet. Sering kali kita menjadi sangat emosional, seperti marah, takut, cemas, terkadang diikuti reaksi mengumpat. Parahnya lagi, kadang sampai mengganggu konsentrasi dan ketenangan berpikir saat kita sudah sampai ditujuan. Dari gambaran tersebut, saya ingin mengajak Wanda untuk melihat ke dalam diri Wanda dulu, kira-kira apa yang sedang berkecamuk di ‘dalam’ hati dan pikiran.

Walaupun Wanda tidak menceritakan dengan jelas lama hubungan dengan sang pacar, namun sepertinya gejolak asmara dan rasa cinta sedang sangat membuncah, memenuhi diri Wanda. Nah, ketika suatu hubungan berlanjut pada rencana untuk sebuah ikatan yang lebih serius, yaitu pernikahan, tentunya banyak yang perlu dipertimbangkan. Bukan hanya masalah rasa atau emosi saja, tapi juga hal lain, termasuk kaitannya dengan budaya. Terlebih lagi kita hidup dalam budaya yang berpandangan bahwa pernikahan bukan sekedar menyatukan dua pribadi manusia, melainkan juga dua keluarga besar. Dalam hal ini, jika orang tua tidak merestui, maka ada satu lubang terbuka dalam hubungan (hidup pernikahan) kalian nantinya.

(Baca juga: Bagaimana Kalau Pacar Tidak Memenuhi Kriteria dan Harapan Orang Tua)

Jika saat ini orang tua kurang mendukung, berarti memang perlu ada proses dialog untuk menyelesaikan hambatan ini, bukan? Langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah mencari tahu hal apa yang membuat orang tua tidak merestui. Kamu dapat melakukannya sendiri, dapat juga dengan bantuan anggota keluarga yang lain. Ketika melakukan langkah ini, Wanda perlu belajar terbuka mendengar pendapat dan masukan orang lain (orang tua), dan tidak perlu memberikan argumen (mendebat) atau mengajukan alasan-alasan yang membenarkan pendapatmu sendiri (mempertahankan pendapat sendiri).

Selama proses mencari tahu tersebut, coba kamu lakukan evaluasi atau penilaian pribadi tentang perjalanan hubungan kalian: bagaimanakah perjalanan hubungan itu, lebih banyak salig mendukung dan menguatkan atau justru kamu lebih banyak berkorban dan menangis? Kemudian, lihat juga seberapa jauh kamu mampu memaklumi kekurangan-kekurangan pasangan. Ingatlah, pernikahan tidak akan otomatis mengubah pasangan kita menjadi seorang yang sempurna bagi kita. Malahan, banyak yang justru semakin memunculkan atau menunjukkan ketidaksempurnaan setelah menikah, karena tidak ada lagi ‘topeng’ yang dipakai sang pasangan. Ada baiknya kamu melakukan evaluasi dan refleksi (merenung) secara tertulis karena ini bisa membantu melihat situasi dengan lebih jelas.

Kita andaikan, alasan-alasan yang melatarbelakangi ketidaksetujuan orang tua sudah kamu ketahui. Kamu juga sudah menilai dan melihat dirimu sendiri. Sekarang, lihat lagi, apakah betul hubungan kalian perlu dan cukup berharga untuk diperjuangkan?

Jika jawabannya tidak, tentu kamu perlu mempersiapkan bagaimana mengakhiri hubungan kalian dengan cara yang baik. Karena tentu saja, hubungan ini diawali dengan sesuatu yang baik, bukan… . Namun jika setelah ditimbang dan dibobot ternyata alasan orang tua tidak merestui tidak begitu kuat, maka langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah menghadirkan bukti dan fakta bahwa kekhawatiran orang tua tidak beralasan. Ajak sang pasangan untuk bersama berusaha menunjukkan dan membuktikannya kepada orang tua, karena hubungan dan perjuangan kalian adalah untuk kebersamaan. Oke Wanda, selamat berjuang untuk cinta dan kehidupan yang lebih baik, ya… .

cara melupakan mantan pacar

Putus Pacaran, Tapi Masih Sayang. Lalu Bagaimana… .

TANYA:

Bagaimana ya caranya bisa move-on? Saya sudah tiga bulan ini putus dengan pacar saya. Kami satu sekolah tapi beda kelas. Mengapa rasanya susah sekali melupakan dia, padahal waktu itu saya yang memutuskannya. Adakah tips dan triks supaya saya bisa cepat melupakan mantan pacar? Karena rasanya tidak enak sekali sekarang.

Sisi (15 tahun)

 

JAWAB:

Hi Sisi yang sedang galau, memang pasti tidak nyaman sekali ya, sudah mengambil suatu keputusan tapi ternyata belum bisa membuat hati plong atau lega. Apa yang Sisi alami sekarang tentu tidak mudah. Hubungan yang dekat dan akrab selama ini tidak hanya menyangkut pikiran, tetapi juga perasaan. cara melupakan mantan pacarNah, biasanya kegalauan hati seperti yang dialami Sisi saat ini, terjadi karena belum selarasnya pikiran dengan apa yang dirasakan. Maksudnya, setelah dipikir-pikir akhirnya Sisi memutuskan mengakhiri hubungan, tetapi di sisi lain, sebetulnya perasaan sayang itu masih ada. Jadi secara logika Sisi sudah siap, namun perasaannya belum ingin lepas. Jadinya bertolak belakang, perumpamaannya seperti pikiran yang ingin ke kanan, tetapi perasaan ingin ke kiri, lha tubuh bergerak kemana?

Sebaiknya Sisi mengevaluasi diri kembali, apakah betul Sisi sudah tidak memiliki perasaan kepadanya? Dan pikirkan juga apakah ada hal atau masalah yang belum selesai? Sebaiknya, bicaralah dengan sang mantan, dan selesaikan masalahnya. Nah, untuk membuat diri tidak terjebak dalam kegalauan atas situasi ini, ada baiknya Sisi menyibukkan diri dalam kegiatan yang positif. Melalui aktivitas-aktivitas ini, pikiranmu tidak akan sering kosong. Sebagai aktivitas, Sisi dapat melakukan hobi, mengikuti kegiatan yang menyenangkan, membaca buku-buku yang disukai atau seri psikologi populer self help, menyibukkan diri dalam organisasi, maupun bercengkrama dengan teman-teman. Pilihlah aktivitas yang menyenangkan dan sesuai dengan minatmu. Selain itu, sebaiknya Sisi tidak memaksa diri untuk segera melupakan sang mantan, karena semakin Sisi memaksa diri untuk segera melupakan, sebetulnya secara tidak sadar Sisi telah terus mengingat-ingat dan terus menghadirkan pikiran itu dalam benak Sisi. Jadi, untuk move on, ya mari berjalan. Lanjutkan kehidupan kamu. Seiring dengan teralihkannya perhatianmu terhadap berbagai aktivitas, proses move-on pun telah terjadi. Semangat, ya Sisi. Jalan di depan masih cerah dan indah, kok. Ciaoooooo… .

cara menghadapi pacar posesif dan suka mengancam

Pacar Super Posesif dan Suka Mengancam

TANYA:

Halo, Mbak. Saya seorang mahasiswa di Bandung. Saya punya pacar yang super posesif dan suka mengancam. Parahnya, semua ancaman dia selalu dibuktiin (dilakukan – red). Saya sebenarnya sudah nggak nyaman berhubungan dengan dia, tapi saya takut minta putus. Karena terakhir kali dia mengancam akan membongkar semua rahasia saya ke orang tua. Dia mengancam akan menghancurkan hubungan saya dengan teman-teman. Saya stress banget, nih Mbak. Apa yang harus saya lakukan? Melelahkan sekali menjalani hubungan dibawah tekanan. Rasa sayang saya sudah hilang, yang ada hanya rasa takut… .

Gita

JAWAB:

Halo, Gita… . Semoga kamu saat ini sudah lebih lega ya setelah akhirnya mencurahkan perasaanmu kepada kami. Hem… saya dapat merasakan lho kesesakan dan kelelahan yang sekarang kamu alami. Sebetulnya, kamu udah tahu harus berbuat apa, cara menghadapi pacar posesif dan suka mengancamcuma yang belum kamu punya adalah keberanian, betul demikian? Kamu menyatakan sendiri betapa sekarang kamu stress, lelah, dan rasa sayang sudah berganti dengan sekedar rasa takut, tapi apakah betul kamu akan membiarkan masa depanmu diikuti oleh kondisi tidak nyaman?

Nah, mari kita petakan apa yang membuatmu ragu atau tidak berani mengambil keputusan untuk menyudahi hubungan ini. Apakah karena takut rahasiamu terbongkar? Atau takut orang-orang disekitarmu disakiti? Bagaimana bila memulai dengan langkah bersikap terbuka dengan orang tua? Ceritakan dengan perlahan dan pada saat yang tepat kepada orang tua tentang bagaimana hubungan kalian, lalu ceritakan pula kesalahan atau rahasia-rahasiamu kepada mereka diikuti permintaan maaf. Saya yakin orang tua akan berada di posisimu dan mendukung keputusanmu.

Lalu, tentang teman-teman, saya rasa tidak semua temanmu akan mudah percaya dengan hasutan pacarmu itu? Dan pasti dari sekian temanmu, ada kok teman-teman yang betul-betul tulus. Di atas semuanya itu, yakin lah bahwa dia pun manusia biasa yang juga punya keterbatasan, jadi tidak semua ancamannya akan dapat berhasil dan membuahkan hasil sempurna. Ayo Gita, semangat! Masih panjang jalanmu dan pasti semua akan baik-baik saja… . Semangat yaaa… .