Tag Archives: penyesuaian diri

kesepian-tips-cara menyesuaikan diri dilingkungan baru

Menyesuaikan Diri di Lingkungan Baru: Sebuah Tantangan

TANYA:

Halo, Tim KonsultasiPsikologi.icbc-indonesia.org. Perkenalkan nama saya Jason, 15 tahun. Saya tinggal di Bogor. Saya punya masalah tentang kehidupan sosial saya. Jadi ceritanya, saya ini adalah anak pindahan rumah. Dulu saya tinggal di Jakarta Utara, sekarang pindah ke Bogor… . Ketika pindah inilah saya merasakan masalah, stress, menyesuaikan diri di lingkungan baru.

Saya menjadi anak rumahan. Karena saya anak pindahan. Sebenarnya di lingkungan saya banyak anak – anak yang bermain, tapi saya takut/tidak percaya diri untuk Continue reading Menyesuaikan Diri di Lingkungan Baru: Sebuah Tantangan

menghadapi stress-menyesuaikan diri di tempat kerja baru

Menghadapi Tempat Kerja Baru – Mengubah Frustrasi Menjadi Prestasi

TANYA:

Dulu saya pernah menjadi PNS selama 7 tahun di sebuah kementerian. Penghasilan sebagai PNS kala itu bisa dibilang kurang. Didorong keinginan untuk mengubah nasib dan mensejahterakan keluarga, saya ikut seleksi karyawan pada sebuah BUMN dan alhamdulillah di tahun 2012 saya diterima di tempat kerja baru. Saya pun keluar dari PNS dan masuk BUMN itu. Alhamdulillah secara penghasilan jauh lebih baik, bisa mensejahterakan keluarga.

Jenis pekerjaan yang berbeda antara pekerjaan lama dan baru membuat saya harus menghadapi suasana yang berbeda di tempat kerja baru. Saya kesulitan menyesuaikan diri. Masalah muncul ketika dalam suatu proyek saya ditunjuk jadi PIC (Person In Charge) dimana saya kewalahan menangani proyek tersebut. Saya membuat banyak kesalahan yang di usia dan pengalaman sejauh ini seharusnya tidak saya lakukan. menghadapi stress-menyesuaikan diri di tempat kerja baruKesalahan ini membuat kinerja saya buruk dan membuat hubungan dengan rekan-rekan kerja menjadi kurang baik. Gara-gara hal ini, saya menjadi frustrasi dan tidak bersemangat kerja. Setiap pagi yang saya rasakan adalah frustrasi dan tak bersemangat. Kalau begini terus lama-lama saya bisa makin terpuruk. Terkadang saya ingin resign (mengundurkan diri) dari pekerjaan karena malu akan hal ini, namun teringat keluarga yang sudah senang, saya tak bisa. Mohon sarannya, apa yang harus saya lakukan untuk membalikkan keadaan ini, mengubah frustrasi menjadi prestasi, memperbaiki hubungan dengan teman-teman, menghilangkan takut, dan menghasilkan prestasi kerja. Terima kasih sebelumnya.

Ardi – Depok (Pegawai BUMN, 34 tahun)

JAWAB:

Halo Pak Ardi. Apa yang dialami saat ini sepertinya bersumber dari kurang mampunya Pak Ardi ‘memaafkan diri sendiri’. Mengapa demikian? Cobalah berrefleksi, mengapa kesalahan yang sebetulnya ‘baru satu kali’ dilakukan seakan-akan tidak termaafkan? Apakah betul kesalahan tersebut sangat fatal sehingga tidak ada lagi manfaat atas kerja dan usaha yang sudah dilakukan dalam pekerjaan tersebut? Mari berandai-andai, katakanlah Pak Ardi memutuskan pindah kerja, apakah ada jaminan bahwa di tempat kerja yang baru nantinya tidak akan ada tantangan pekerjaan yang terbilang sulit yang memiliki risiko gagal juga? Nah, kemudian, apakah apabila nanti menemui kegagalan (lagi) Pak Ardi akan kembali resign dan mencari pekerjaan atau tempat kerja baru? Hmm…, bila begitu, bagaimana Pak Ardi akan dapat ‘naik kelas’ dalam perjalanan karir?

Mari mencoba untuk lebih ‘menyayangi diri sendiri’, Pak Ardi. Langkah pertama adalah dengan mengubah cara pandang dan melihat dari sudut pandang lain, bahwa dalam sebuah proses bekerja dan dalam rangka ‘naik kelas’, kita akan selalu dihadapkan pada tantangan baru. Kita juga dituntut untuk menguasai keterampilan baru. Bagaimana bila Pak Ardi mencoba melihat bahwa pekerjaan yang sulit tersebut diberikan karena Pak Ardi dipandang sudah menguasai dan ‘ahli’ pada area tersebut? Bahwa Pak Ardi dianggap mampu mengembangkannya?

Bila saat ini Pak Ardi telah menyadari bahwa ada kemampuan yang masih lemah, seperti kemampuan penyesuaian diri pada pekerjaan menantang maupun keterampilan kerja sama, misalnya… . Bagaimana bila Pak Ardi lebih fokus pada upaya meningkatkan keterampilan-keterampilan tersebut, daripada sibuk memikirkan kegagalan di masa lalu? Dengan fokus pada bagaimana mengembangkan diri maka tidak hanya pribadi Pak Ardi yang akan semakin positif dan berkembang. Akan tetapi, bonus profesionalitas kinerja pun akan semakin meningkat. Betul, bukan?

Cara Mengembangkan Keterampilan Menyesuaikan Diri di Tempat Kerja Baru

Pertanyaan selanjutnya barangkali, “Lalu bagaimana caranya? Apa yang harus saya lakukan?” Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keterampilan sosial, yang dalam persoalan Pak Ardi misalnya keterampilan penyesuaian diri, kemampuan mengelola emosi, dan kerja sama. Apabila Pak Ardi adalah seseorang yang mampu berlatih secara mandiri, maka… baca selengkapnya di » halaman 2 «