Tag Archives: pacaran

bingung sedih kalau pacar minta putus

Kalau Pacar Minta Putus Terus, Apa Masih Bisa Dipertahankan?

TANYA:

Dear KonsultasiPsikologi.icbc-indonesia.org, hubunganku dengan pacar akhir-akhir ini menemui banyak masalah. Semenjak dia mempunyai dunia baru (kuliah), dia berbeda. Kami pacaran sudah 8 tahun. 1 bulan terakhir ini kami selalu bertengkar, berselisih pendapat, dan dia sering sekali mengucap kata ‘putus’. Saya tidak pernah mengiyakan karena saya sangat mencintainya, saya tidak ingin ditinggalkan. Saat emosi, dia kadang melakukan kekerasan, dan Continue reading Kalau Pacar Minta Putus Terus, Apa Masih Bisa Dipertahankan?

bagaimana cara untuk move dengan cepat

Patah Hati, Bagaimana Cara Untuk Move On Dengan Cepat?

TANYA:

Terkait pacaran, patah hati, bagaimana cara untuk move on dengan cepat? Terima kasih.

Shireen, mahasiswi dari Yogyakarta

———-

move on (bahasa Inggris), sering diterjemahkan sebagai melanjutkan kehidupan, melepaskan diri atau bangkit dari keterpurukan setelah menghadapi masalah berat, termasuk putus dari pacar (Redaksi)

 

JAWAB:

bagaimana cara untuk move dengan cepat

Bagaimana cara untuk move on dengan cepat

Hai, Shireen. Menjawab pertanyaanmu tentang bagaimana cara untuk move on, ada beberapa prasyarat yang perlu dimiliki, yakni:

  • Sudah bisa menyadari apa yang dirasakan terhadap suatu hal yang mengganggu (apakah itu adalah rasa marah, rasa benci, kecewa, atau rasa lainnya), lalu…
  • Dapat berdamai dengan perasaan tersebut dan kemudian berlatih untuk menyadari kondisi diri,
  • Mempunyai atau mau membangun motivasi dari dalam diri untuk bergerak maju, dan…
  • Berkomitmen untuk melangkah walau diawali dengan langkah kecil.

Nah, proses itu memang sering sekali tidak mudah dilalui. Ada yang dapat move on dengan cepat,  ada yang butuh waktu lama untuk move on. Ada yang bisa move on secara mandiri, namun ada pula yang membutuhkan dampingan orang lain (teman, saudara, dll) terlebih dahulu untuk memahami apa yang sedang terjadi. Pendampingan itu bisa saja dibutuhkan pada proses atau tahapan tertentu (misalnya untuk membantu melihat dan mendefinisikan rasa sakit, atau  menemani berlatih berdamai dengan diri sendiri, memberikan dukungan atau motivasi), dan bisa jadi dibutuhkan seseorang dalam semua prosesnya.

Namun dari semua itu, kunci utama untuk dapat move on adalah, tidak memaksa diri untuk segera move on. Lho?! Terdengar aneh, ya? Maksudnya disini adalah, apabila kita merasa sudah ‘lelah’ berada dalam titik terpuruk ini, dan ingin berubah ke arah yang lebih baik tetapi masih terasa sulit sekali…, jangan dipaksa dulu. Karena semakin kita memaksa diri yang belum siap, justru luka yang lebih dalam sedang kita ciptakan. Selain itu, proses kedukaan atau keterpurukan sebetulnya telah memakan energi yang sangat besar dalam diri. Dan oleh karenanya, akan dibutuhkan pula energi yang cukup banyak untuk memulai langkah maju.
Baca juga: Putus Pacaran, Tapi Masih Sayang. Lalu Bagaimana… .

Sebaiknya, beri ruang pada diri untuk berada pada situasi-situasi yang lebih menyenangkan. Beri vitamin pada pikiran dan perasaan, misalnya dengan mendekatkan diri pada kehangatan dan kasih sayang dari orang-orang terdekat (keluarga, sahabat), dan melakukan hal-hal yang disukai (termasuk hobi). Ketika pikiran dan perasaan sudah lebih ‘diberi nutrisi’, maka proses untuk move on akan lebih mudah. Sayangnya, pertanyaan kamu datang setelah saya menyelenggarakan kelas pengembangan kepribadian tentang bagaimana cara untuk move on. Seandainya belum, kamu bisa mengikutinya. Atau mungkin kamu bisa terus memantau situs ini karena saya pasti mempublikasikan workshop-workshop pengembangan kepribadian yang saya ampu di sini. Selamat berproses, Shireen… .

jika orang tua tidak merestui rencana pernikahan-pacar-pasangan

Jika Orang Tua Tidak Merestui Rencana Pernikahan

TANYA:

Saya ingin berkonsultasi. Saya mempunyai pacar. Kami saling mencintai, sudah saling merasa cocok, dan kami serius dalam berhubungan. Akan tetapi, dari pihak orang tua tidak merestui, terutama ibu saya, karena pacar saya ini berstatus duda dan berada jauh di lain daerah (Kalimantan). Tapi kemarin dia sudah membuktikan keseriusannya dengan datang dari Kalimantan dan ke rumah menemui orang tua saya. Apa yang harus saya lakukan supaya orang tua merestui rencana kami menuju jenjang hubungan yang lebih serius? Terima kasih sebelumnya, KonsultasiPsikologi.icbc-indonesia.org.

Wanda di Yogyakarta (karyawan, 24 tahun)

JAWAB:

Jika Orang Tua Tidak Merestui Rencana Pernikahan

jika orang tua tidak merestui rencana pernikahan-pacar-pasangan

 

Hai Wanda yang sedang dipenuhi keindahan cinta… . Ketika kita sedang diliputi emosi atau perasaan tertentu, sering kali ada aspek (bagian) dalam diri kita yang menjadi tertutup. Aspek itu adalah aspek kemampuan berpikir jernih dan berperilaku sehat. Sebagai contoh, ketika sedang mengendarai kendaraan bermotor, tiba-tiba dari belakang ada sebuah motor yang melaju kencang, mendahului, dan bahkan nyaris menyerempet. Sering kali kita menjadi sangat emosional, seperti marah, takut, cemas, terkadang diikuti reaksi mengumpat. Parahnya lagi, kadang sampai mengganggu konsentrasi dan ketenangan berpikir saat kita sudah sampai ditujuan. Dari gambaran tersebut, saya ingin mengajak Wanda untuk melihat ke dalam diri Wanda dulu, kira-kira apa yang sedang berkecamuk di ‘dalam’ hati dan pikiran.

Walaupun Wanda tidak menceritakan dengan jelas lama hubungan dengan sang pacar, namun sepertinya gejolak asmara dan rasa cinta sedang sangat membuncah, memenuhi diri Wanda. Nah, ketika suatu hubungan berlanjut pada rencana untuk sebuah ikatan yang lebih serius, yaitu pernikahan, tentunya banyak yang perlu dipertimbangkan. Bukan hanya masalah rasa atau emosi saja, tapi juga hal lain, termasuk kaitannya dengan budaya. Terlebih lagi kita hidup dalam budaya yang berpandangan bahwa pernikahan bukan sekedar menyatukan dua pribadi manusia, melainkan juga dua keluarga besar. Dalam hal ini, jika orang tua tidak merestui, maka ada satu lubang terbuka dalam hubungan (hidup pernikahan) kalian nantinya.

(Baca juga: Bagaimana Kalau Pacar Tidak Memenuhi Kriteria dan Harapan Orang Tua)

Jika saat ini orang tua kurang mendukung, berarti memang perlu ada proses dialog untuk menyelesaikan hambatan ini, bukan? Langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah mencari tahu hal apa yang membuat orang tua tidak merestui. Kamu dapat melakukannya sendiri, dapat juga dengan bantuan anggota keluarga yang lain. Ketika melakukan langkah ini, Wanda perlu belajar terbuka mendengar pendapat dan masukan orang lain (orang tua), dan tidak perlu memberikan argumen (mendebat) atau mengajukan alasan-alasan yang membenarkan pendapatmu sendiri (mempertahankan pendapat sendiri).

Selama proses mencari tahu tersebut, coba kamu lakukan evaluasi atau penilaian pribadi tentang perjalanan hubungan kalian: bagaimanakah perjalanan hubungan itu, lebih banyak salig mendukung dan menguatkan atau justru kamu lebih banyak berkorban dan menangis? Kemudian, lihat juga seberapa jauh kamu mampu memaklumi kekurangan-kekurangan pasangan. Ingatlah, pernikahan tidak akan otomatis mengubah pasangan kita menjadi seorang yang sempurna bagi kita. Malahan, banyak yang justru semakin memunculkan atau menunjukkan ketidaksempurnaan setelah menikah, karena tidak ada lagi ‘topeng’ yang dipakai sang pasangan. Ada baiknya kamu melakukan evaluasi dan refleksi (merenung) secara tertulis karena ini bisa membantu melihat situasi dengan lebih jelas.

Kita andaikan, alasan-alasan yang melatarbelakangi ketidaksetujuan orang tua sudah kamu ketahui. Kamu juga sudah menilai dan melihat dirimu sendiri. Sekarang, lihat lagi, apakah betul hubungan kalian perlu dan cukup berharga untuk diperjuangkan?

Jika jawabannya tidak, tentu kamu perlu mempersiapkan bagaimana mengakhiri hubungan kalian dengan cara yang baik. Karena tentu saja, hubungan ini diawali dengan sesuatu yang baik, bukan… . Namun jika setelah ditimbang dan dibobot ternyata alasan orang tua tidak merestui tidak begitu kuat, maka langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah menghadirkan bukti dan fakta bahwa kekhawatiran orang tua tidak beralasan. Ajak sang pasangan untuk bersama berusaha menunjukkan dan membuktikannya kepada orang tua, karena hubungan dan perjuangan kalian adalah untuk kebersamaan. Oke Wanda, selamat berjuang untuk cinta dan kehidupan yang lebih baik, ya… .

bagaimana cara melakukan pendekatan pada cowok

Bagaimana Cara Melakukan Pendekatan pada Cowok yang Ditaksir?

TANYA:

Kakak-kakak pengelola KonsultasiPsikologi.icbc-indonesia.org, saya ingin bertanya. Saya suka pada seorang cowok. Dia lebih tua dari saya. Dia teman main kakak perempuan saya sejak kecil. Tapi dia hanya menganggap saya sebagai adik. Terus saya juga baru tahu ternyata dia sudah suka pada cewek yang usianya sama dengan dia, dan cewek itu lulusan psikologi. Kata dia, dia sangat mendambakan punya pendamping hidup berpendidikan psikologi. Nah saya ingin bertanya, setelah saya tahu dia sudah punya incaran, apa sebaiknya saya berhenti mendekati dia? Saya ingin jauh lebih dekat padanya tapi saya takut merusak hubungan saya dengan dia. Dan saya bingung bagaimana cara melakukan pendekatan pada cowok, maksud saya, bagaimana cara mendekati dia. Terima kasih atas bantuannya, Kakak.

Mella (mahasiswa, 20 tahun)

 bagaimana cara melakukan pendekatan pada cowokCara Melakukan Pendekatan pada Cowok

Jawab:

Hai, Mella yang sedang penuh rasa cinta. Naksir atau suka pada seseorang berjuta, ya rasanya. Campur aduk pula! Ada rasa senang, bahagia, berbunga-bunga namun juga terselip rasa cemas, khawatir, maupun takut-takut. Situasi yang sedang kamu hadapi saat ini sangat wajar dijumpai pada orang-orang yang sedang jatuh cinta. Pertanyaan utamamu adalah, terkait situasi yang ada, keputusan apa yang sebaiknya kamu ambil: tetap berusaha menjalin hubungan dengan dia, atau mundur teratur?

Pertama, syukurilah bahwa di dalam situasi mabuk cinta seperti saat ini, logikamu tampaknya masih cukup aktif berperan. Hal ini baik dan sangat bermanfaat karena akan mampu mencegah dan menguatkan dirimu agar tidak mudah terjebak pada ‘cinta buta’ yang berdampak negatif kepada dirimu. Jadi pertahankan, ya….

Nah, untuk menjawab pertanyaan besar yang ingin kamu putuskan itu, hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah menyingkirkan dahulu apa dan siapa cowok yang kamu sukai itu. Kamu perlu melakukannya agar kamu bisa lebih jernih melihat pada apa dan bagaimana kebutuhan dan harapanmu tentang sebuah hubungan, dan menjadikannya alasan dasar dalam berpacaran (berhubungan).

Hal ini maksudnya, agar kamu tidak menjadikan ‘cowok itu dan segala tentangnya’ sebagai alasan pengambilan keputusanmu. Adalah lebih penting untuk melihat ke dalam dirimu, tentang apa dan bagaimana sosok yang kamu cari dari seorang teman dekat, pacar, atau (calon) pendamping hidup, yang membuatmu nyaman dan dapat mendukungmu untuk berkembang. Untuk memperjelas, kamu bisa menulis semacam daftar tentang hal ini. Ya, sebagian orang menyebut ini sebagai daftar kriteria pasangan. Sesudah ditulis, lihat kembali urutan kriteria. Jika perlu susun ulang urutan kriteria dari yang paling penting menurutmu.

Sekarang, coba lihat apakah hal-hal yang tertulis dalam daftar itu, dimiliki oleh ‘si dia’? Apakah dia cukup berarti untuk diperjuangkan? Lihat pula apa saja kriteria yang tak dimilikinya, tapi bisa kamu toleransi/terima. Termasuk kekurangan-kekurangan dia yang bisa kamu toleransi, ya… .

(Baca Juga: Bagaimana Kalau Pacar Tidak Memenuhi Kriteria dan Harapan Orang Tua)

Bila kebutuhan dan kriteria-kriteria yang kamu inginkan ada pada dirinya, dan kamu pun mampu menerima hal-hal yang kamu pandang negatif dari dirinya, maka kamu bisa melangkah ke tahap selanjutnya: menjalin relasi alias pedekate (pendekatan). Lalu bagaimana caranya melakukan pendekatan pada cowok yang ditaksir itu? Dasar dari langkah menjalin relasi adalah mencari dan mengenali kenyamanan dari interaksi dua pribadi. Komunikasi yang lancar merupakan salah satu penandanya. Ketika kamu dan cowok yang kamu sukai dapat berkomunikasi dengan nyaman, dan masing-masing merasakan perubahan pribadi ke arah yang lebih baik, maka proses hubungan yang lebih lanjut akan lebih mudah dibangun. Jika dia merasakan kenyamanan itu, bukan tidak mungkin dia akan mulai memiliki rasa tertarik atau bahkan tumbuh rasa cinta padamu.

Namun di balik itu semua, kamu perlu menanamkan dalam dirimu sejak awal bahwa mencintai adalah sebuah pilihan dan proses. Cinta adalah sesuatu yang tidak bisa dipaksakan. Kalau pada akhirnya orang yang kamu sukai merasakan tidak adanya kecocokan dan kenyamanan dalam konteks hubungan berpasangan, maka kamu pun perlu siap mempersiapkan diri untuk menerima kondisi tersebut.

Di atas semua itu, Mella, bersyukurlah karena kamu memiliki kesempatan merasakan gejolak emosi cinta ini. Sebisa mungkin, jadikan situasi yang sedang sangat positif ini untuk mendorongmu melakukan banyak hal baik, untuk dirimu sendiri maupun orang-orang di sekitarmu. Selamat berproses, Mella!

Ingin Si Dia Menyatakan Perasaan

love cintaTANYA:

Mbak, bagaimana ya cara mendorong seseorang yang (terlihat) menyukai kita, menyatakan perasaannya dengan jelas? Jadi begini, saya sedang dekat dengan seorang kakak kelas. Kami berteman dan aktif dalam organisasi sekolah yang sama. Tapi saya merasa beberapa bulan terakhir ini dia tampak lebih perhatian kepada saya. Dan ternyata hal ini juga diperhatikan teman-teman. Namun, sampai saat ini, dia tidak pernah mengungkapkannya secara langsung. Ini membuat saya serba sulit. Saya tidak ingin Continue reading Ingin Si Dia Menyatakan Perasaan