Tag Archives: asmara

bingung sedih kalau pacar minta putus

Kalau Pacar Minta Putus Terus, Apa Masih Bisa Dipertahankan?

TANYA:

Dear KonsultasiPsikologi.icbc-indonesia.org, hubunganku dengan pacar akhir-akhir ini menemui banyak masalah. Semenjak dia mempunyai dunia baru (kuliah), dia berbeda. Kami pacaran sudah 8 tahun. 1 bulan terakhir ini kami selalu bertengkar, berselisih pendapat, dan dia sering sekali mengucap kata ‘putus’. Saya tidak pernah mengiyakan karena saya sangat mencintainya, saya tidak ingin ditinggalkan. Saat emosi, dia kadang melakukan kekerasan, dan Continue reading Kalau Pacar Minta Putus Terus, Apa Masih Bisa Dipertahankan?

cara melupakan mantan pacar

Putus Pacaran, Tapi Masih Sayang. Lalu Bagaimana… .

TANYA:

Bagaimana ya caranya bisa move-on? Saya sudah tiga bulan ini putus dengan pacar saya. Kami satu sekolah tapi beda kelas. Mengapa rasanya susah sekali melupakan dia, padahal waktu itu saya yang memutuskannya. Adakah tips dan triks supaya saya bisa cepat melupakan mantan pacar? Karena rasanya tidak enak sekali sekarang.

Sisi (15 tahun)

 

JAWAB:

Hi Sisi yang sedang galau, memang pasti tidak nyaman sekali ya, sudah mengambil suatu keputusan tapi ternyata belum bisa membuat hati plong atau lega. Apa yang Sisi alami sekarang tentu tidak mudah. Hubungan yang dekat dan akrab selama ini tidak hanya menyangkut pikiran, tetapi juga perasaan. cara melupakan mantan pacarNah, biasanya kegalauan hati seperti yang dialami Sisi saat ini, terjadi karena belum selarasnya pikiran dengan apa yang dirasakan. Maksudnya, setelah dipikir-pikir akhirnya Sisi memutuskan mengakhiri hubungan, tetapi di sisi lain, sebetulnya perasaan sayang itu masih ada. Jadi secara logika Sisi sudah siap, namun perasaannya belum ingin lepas. Jadinya bertolak belakang, perumpamaannya seperti pikiran yang ingin ke kanan, tetapi perasaan ingin ke kiri, lha tubuh bergerak kemana?

Sebaiknya Sisi mengevaluasi diri kembali, apakah betul Sisi sudah tidak memiliki perasaan kepadanya? Dan pikirkan juga apakah ada hal atau masalah yang belum selesai? Sebaiknya, bicaralah dengan sang mantan, dan selesaikan masalahnya. Nah, untuk membuat diri tidak terjebak dalam kegalauan atas situasi ini, ada baiknya Sisi menyibukkan diri dalam kegiatan yang positif. Melalui aktivitas-aktivitas ini, pikiranmu tidak akan sering kosong. Sebagai aktivitas, Sisi dapat melakukan hobi, mengikuti kegiatan yang menyenangkan, membaca buku-buku yang disukai atau seri psikologi populer self help, menyibukkan diri dalam organisasi, maupun bercengkrama dengan teman-teman. Pilihlah aktivitas yang menyenangkan dan sesuai dengan minatmu. Selain itu, sebaiknya Sisi tidak memaksa diri untuk segera melupakan sang mantan, karena semakin Sisi memaksa diri untuk segera melupakan, sebetulnya secara tidak sadar Sisi telah terus mengingat-ingat dan terus menghadirkan pikiran itu dalam benak Sisi. Jadi, untuk move on, ya mari berjalan. Lanjutkan kehidupan kamu. Seiring dengan teralihkannya perhatianmu terhadap berbagai aktivitas, proses move-on pun telah terjadi. Semangat, ya Sisi. Jalan di depan masih cerah dan indah, kok. Ciaoooooo… .

stress dan konflik menjelang pernikahan

Calon Istri Jadi Kekanakan Mendekati Hari H Pernikahan

TANYA:

Saya bingung. Hari H pernikahan saya makin dekat. Watak calon istri saya semakin jadi kekanakan. Banyak yang harus dipersiapkan. Dan banyak pertengkaran yang saya rasakan. Padahal undangan tinggal disebar. Terus terang saya jadi ragu… . Bagaimana ini… .
(Yoseph)

 

JAWAB:

Hai Mas Yosep yang sedang menyongsong tahap baru kehidupan… .

Memasuki pernikahan adalah suatu tahap baru dalam kehidupan. Ada yang mengandaikannya sebagai taman yang indah namun tidak jarang pula justru membayangkannya sebagai hutan rimba yang begitu tidak jelas. Tidak ada yang tahu akan

stress dan konflik menjelang pernikahan

seperti apa kehidupan yang dijalani walaupun ada cerita dari berbagai pihak, termasuk gambaran dari kehidupan orang-orang terdekat.

Ketidak tahuan atau ketidak jelasan masa dan kehidupan yang dihadapi akan sangat mudah menimbulkan kecemasan. Sangat wajar perjalanan menuju pada fase kehidupan tersebut memunculkan emosi-emosi negatif, termasuk rasa ragu. Cobalah bertanya kepada diri sendiri dan berefleksi. Siapa yang memutuskan dan bagaimana proses pengambilan keputusan untuk menikah tersebut? Tulis dan ingat-ingatlah masa-masa indah dengan pasangan selama pacaran. Ingat juga ketika sedang berkonflik dengan pasangan sampai akhirnya berbaikan kembali. Bagaimana cara menyelesaikan konflik tersebut?

Ketika seseorang sedang berada pada masa penuh tekanan, seperti menjelang pernikahan, mendampingi keluarga dengan penyakit terminal seperti stroke atau kanker, kita akan mudah sekali tersangkut dan tergoda dengan pikiran-pikiran negatif. Dalam kondisi Mas Yoseph saat ini, pernikahan sudah semakin dekat. Karenanya, lebih baik untuk memberi vitamin-vitamin pikiran dan hati yang dapat memberi kekuatan, misalnya membaca buku-buku motivasi atau buku-buku menghadapi pernikahan. Selain itu, cobalah juga untuk mengambil waktu bersama dengan pasangan untuk berelaksasi, misalnya refreshing, mengunjungi tempat-tempat yang memberikan kesegaran, menonton film ringan bersama, atau sekedar makan malam bersama dengan kesepakatan tidak membicarakan hal-hal berat (lebih pada menikmati kebersamaan berdua).

Ajak pasangan untuk saling menguatkan satu sama lain dan saling percaya satu sama lain. Namun, apabila konflik memang cukup genting, saya pikir perlu pula untuk kalian berdua menemui profesional atau pendamping keagamaan untuk membimbing proses kalian berdua.

Selamat menuju hari dan kehidupan yang penuh kebahagiaan bersama. Berpikir positif, bertindak positif dan songsonglah kebahagiaan bersama….

Ingin Si Dia Menyatakan Perasaan

love cintaTANYA:

Mbak, bagaimana ya cara mendorong seseorang yang (terlihat) menyukai kita, menyatakan perasaannya dengan jelas? Jadi begini, saya sedang dekat dengan seorang kakak kelas. Kami berteman dan aktif dalam organisasi sekolah yang sama. Tapi saya merasa beberapa bulan terakhir ini dia tampak lebih perhatian kepada saya. Dan ternyata hal ini juga diperhatikan teman-teman. Namun, sampai saat ini, dia tidak pernah mengungkapkannya secara langsung. Ini membuat saya serba sulit. Saya tidak ingin Continue reading Ingin Si Dia Menyatakan Perasaan