bingung sedih kalau pacar minta putus

Kalau Pacar Minta Putus Terus, Apa Masih Bisa Dipertahankan?

TANYA:

Dear KonsultasiPsikologi.icbc-indonesia.org, hubunganku dengan pacar akhir-akhir ini menemui banyak masalah. Semenjak dia mempunyai dunia baru (kuliah), dia berbeda. Kami pacaran sudah 8 tahun. 1 bulan terakhir ini kami selalu bertengkar, berselisih pendapat, dan dia sering sekali mengucap kata ‘putus’. Saya tidak pernah mengiyakan karena saya sangat mencintainya, saya tidak ingin ditinggalkan. Saat emosi, dia kadang melakukan kekerasan, dan tetap saja aku cinta dia. Apakah saya bodoh? Apa itu termasuk cinta buta? Tadi malam dia minta putus lagi. Apa yang harus aku lakukan kalau pacar minta putus, terus? Apa aku harus menyetujui permintaannya untuk putus, atau mempertahankan hubungan ini? Aku sangat mencintainya, mohon solusinya. Terima kasih.

Dessy, 24 tahun, karyawan di Jakarta

 bingung sedih kalau pacar minta putus

Kalau Pacar Minta Putus Padahal Aku Masih Sayang… .

 

Halo Dessy, saya turut prihatin dengan kegamangan hubungan kalian, terutama diakibatkan oleh perubahan sikap pasangan. Saat ini, pacar kamu sedang menghadapi banyak perubahan, dan yang pada akhirnya berdampak pula terhadap perilaku maupun emosinya. Perubahan situasi dari sekolah ke kuliah membawanya pada konsekuensi tuntutan adaptasi (penyesuaian diri) yang cukup beragam, seperti adaptasi lingkungan fisik, adaptasi sistem belajar yang sangat berbeda dengan pola pembelajaran di SMA, adaptasi bentuk pertemanan yang baru, maupun adaptasi hal-hal baru lainnya yang sebelumnya tidak pernah dijumpai pada saat SMA. Sering kali, euforia atau kegembiraan berlebih terhadap suatu hal baru mendorong seseorang untuk ‘meninggalkan’ hal lama karena memandang hal lama tidak lagi menarik. Kalau dalam hubungan kalian selama ini tidak ada masalah berarti yang berkepanjangan, maka persoalan yang bersumber dari euforia dapat pula menjadi salah satu penyebab mudahnya pacar minta putus.

Menyikapi situasi hubungan kalian berdua, kamu perlu bersikap bijak dan berpikir dengan kepala dingin. Kuatkan dirimu untuk lebih dapat mengelola emosi negatif yang muncul akibat perilaku tidak menyenangkan. Usahakan pula hindari sikap menuntut, meminta, apalagi memaksa. Coba amati, pahami dan sesuaikan dirimu dengan ‘kebutuhan’ pasanganmu. Perubahan kehidupan pasangan juga seringkali membawa dampak pada kita berupa munculnya tuntutan untuk mengubah sikap dan cara perilaku kita. Hal ini perlu dilakukan karena pasanganmu sedang dalam situasi euforia dimana emosinya sedang didominasi oleh antusiasme berlebihan. Apabila kamu merespon dengan sikap protes dan menuntut, apalagi berlebihan, maka justru dapat menimbulkan reaksi menjauh atau menghindar. Kalau pacar minta putus terus, bisa jadi ia merasakan situasi yang tidak menyenangkan akibat reaksi semacam itu.

Selanjutnya, cobalah kamu lebih berkompromi terhadap perubahannya, lebih menahan diri, membiarkan dia dengan dunia barunya namun tetap mengamati dari ‘jauh’. Jalin interaksi yang hangat, upayakan bahwa dia bisa merasakan kehadiranmu sebagai bagian dari kehidupannya. (Baca juga » Putus Pacaran, Tapi Masih Sayang. Lalu Bagaimana… )

Seiring dengan itu, untuk menjaga suasana hatimu agar tetap positif, bagaimana bila kamu menyibukkan diri dengan melakukan hal-hal yang menyenangkan dan bermanfaat bagi dirimu? Misalnya lebih sering melakukan hobi (kegiatan yang disukai), bertemu dengan teman-teman yang lama tak kamu temui, atau sekedar merawat diri di rumah atau salon (bila ada dana berlebih)… . Melakukan hal positif bagi diri sendiri, selain membawa manfaat bagi dirimu juga dapat membantu memancarkan energi positif sehingga orang lain akan melihatmu sebagai seorang pribadi yang menyenangkan.

Akan tetapi, kalau pacar minta putus lagi dan lagi, walaupun kamu sudah menjalankan hal-hal tersebut selama beberapa saat (misal beberapa minggu), kita musti lihat lagi. Mungkin pasanganmu menemukan suatu hambatan atau halangan untuk melanjutkan hubungan kalian… . Coba ajak pasanganmu untuk berdiskusi, apa persoalan yang dirasanya menjadi hambatan dalam hubungan kalian. Jajaki apakah masih ada harapan saling berubah dan melanjutkan hubungan kalian.

Dessy, selain itu kamu tetap perlu mempersiapkan diri menghadapi situasi terburuk, yaitu bahwa hubungan kalian tidak bisa dilanjutkan lagi. Kalau pacar minta putus tak terelakkan lagi, sedih dan kecewa mungkin akan kamu rasakan… . Tapi percayalah, Dessy, jika kamu terus mengembangkan dirimu sebagai seorang perempuan yang positif dan menyenangkan, kamu pasti akan bertemu dengan calon pasangan dalam hubungan yang nyaman diwaktu mendatang. Selamat berproses, Dessy.

About Lucia Peppy Novianti, M.Psi, Psikolog

Adalah seorang psikolog lulusan UGM Yogyakarta, memiliki ketertarikan utama pada psikologi klinis dewasa, terutama kajian mengenai individu, keluarga, dan kehidupan remaja. Selain aktif sebagai pendamping penyintas kekerasan terhadap anak & perempuan, ia terlibat dalam sejumlah penelitian dan aktif menjadi pembicara di berbagai seminar. Sejak 2017, mendirikan Wiloka Workshop Jogja (lengkapnya di laman 'Konselor')

8 thoughts on “Kalau Pacar Minta Putus Terus, Apa Masih Bisa Dipertahankan?

  1. Saya tidak tau kelemahan dan kelebihan saya tapi orang-orang di sekitar saya menilai hal yang baik-baik saja dan saya merasa saya punya banyak kekurangan

  2. Maaf admin . Minta Solusi nya..
    Pacar saya terus menerus minta putus?? Tanpa Ada Masalah sedikit pun ?? Terima kasih.

  3. Pacar saya juga berubah pas dia pindah kerja ,dia berubah karna dia banyak hutang ,dia berubah menjadi egois ,mau menang sendiri. Dan dia juga udah ga kaya dulu lagi yang selalu perhatian . Beberapa kali dia minta putus tp saya selalu berjuang ,sabar memang ada batasnya jika kali ini dia mutusin saya lagi ,saya nyerah untung berjuang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *