remaja kecanduan make up-kosmetik

Kakak Cemas Si Adik Kecanduan Make Up

TANYA:

Adik saya sepertinya kecanduan make up. Kemana pun pergi harus selalu pakai make up, mencatok rambut, dan pakai soft lens warna padahal matanya minus. Dia nggak pede (percaya diri) kalau pergi dengan muka polos, walau hanya sebentar. Tidak hanya itu, sebentar-sebentar dia pasti beli make up (kosmetik) dan yang dibeli pun produknya hampir sama. Adik saya juga gila olahraga, jam berapapun itu harus olahraga selama 2-3 jam. Yang saya cemas, dia bahkan berolahraga ketika jam 3 subuh. Kira-kira apa penyebabnya sehingga adik saya menjadi sangat tidak percaya diri dan kecanduan make up, dan apa solusinya? Terima kasih. Claudia, Jakarta (19 tahun, mahasiswi)

remaja kecanduan make up-kosmetikAdik kecanduan make up?

JAWAB:

Hai, Claudia yang sangat perhatian pada sang adik. Ciri-ciri perilaku yang kamu gambarkan tentang adikmu, erat kaitannya dengan persoalan penampilan dan upaya menciptakan citra atau figur tertentu yang diidolakan. Namun sayang sekali, kamu tidak menyertakan informasi detil tentang adikmu, seperti usia, berapa lama perilaku itu muncul, juga gambaran fisik (tubuh) adik. Informasi ini diperlukan agar saya (dan Tim KonsultasiPsikologi.icbc-indonesia.org) bisa menangkap dan memperkirakan kondisi yang sedang dialami adikmu.

Namun demikian, saya mencoba menduga, adikmu berusia remaja (sekitar SMP atau SMA). Pada usia tersebut, seorang remaja memang sedang dalam tahap mencari identitas diri. Faktor lingkungan sebaya dan identitas ideal sang idola akan sangat besar pengaruhnya terhadap perilaku, kepercayaan diri, maupun citra diri (imej,self image) yang ingin ditampilkan. Coba amati teman-teman di lingkungan sang adik, bacaan atau sosial media yang sering diakses, serta tayangan televisi atau film yang paling sering ditonton. Ketiga sumber itu dapat menjadi sumber acuan kira-kira sosok atau idola seperti apa yang ingin ditampilkan oleh adikmu. Tetapi, yang lebih efektif adalah apabila kamu dapat berinteraksi secara dekat dengan adik sehingga ia percaya dan dapat bercerita padamu.

Setelah diketahui sebab-sebab yang melatarbelakangi perilaku kecanduan make up adikmu itu, baru kita bisa memberikan penanganan atau solusi yang tepat. Jadi Claudia, coba gali terlebih dahulu dengan beberapa langkah yang saya sarankan di atas. Bila kamu sudah memperoleh gambaran dan informasi yang lebih jelas, kamu dapat menghubungi kami kembali, dan kita pikirkan apa yang bisa kita lakukan. Sembari mencari informasi tentang penyebab perilaku adikmu, coba berikan kepadanya buku-buku psikologi populer untuk remaja, film-film, atau tayangan Youtube tentang remaja kreatif. Semoga ini bisa membantu adikmu mendapat suatu gambaran positif untuk dilakukan, selain berfokus dan mengedepankan pada penampilan diri secara fisik. (Baca juga: Tetap Tidak Percaya Diri Meski Memiliki Banyak Kelebihan)

Oya, perlu diingat juga, ya…, adanya dukungan dan penerimaan tanpa syarat dari orang-orang terdekat, terutama keluarga, adalah salah satu hal yang paling bermanfaat dan penting bagi remaja. Dukungan dan penerimaan ini akan mampu membuat perilaku yang kurang tepat (seperti kecanduan make up) dapat lebih terkontrol dan membuat seseorang lebih mudah disadarkan. Selamat saling mendukung dan berbagi kasih dengan adik dan keluarga, ya Claudia… .

About Lucia Peppy Novianti, M.Psi, Psikolog

Adalah seorang psikolog lulusan UGM Yogyakarta, memiliki ketertarikan utama pada psikologi klinis dewasa, terutama kajian mengenai individu, keluarga, dan kehidupan remaja. Selain aktif sebagai pendamping penyintas kekerasan terhadap anak & perempuan, ia terlibat dalam sejumlah penelitian dan aktif menjadi pembicara di berbagai seminar. Sejak 2017, mendirikan Wiloka Workshop Jogja (lengkapnya di laman 'Konselor')

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *