Merindukan Kasih Sayang Ibu

TANYA:

Saya mempunyai masalah keluarga, khususnya masalah kasih sayang , sentuhan dari seorang ibu. Meskipun ibu saya ada, tapi saya tak pernah merasakan kehadirannya dengan nyaman. Saya selalu merasa asing, tidak aman dan nyaman dengan ibu saya sendiri.

Saya rasa ibu saya pilih kasih, karena kasih sayang dan sentuhan itu selalu ia berikan pada adik dan kakak saya. Kebetulan saya adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Saya sendiri, memiliki saudara kembar beda jenis kelamin.

Saya juga sempat diasuh kakek nenek selama 6 tahun. Saya merasa heran, ketika bersama keluarga, saya seolah menjadi pengacau dan menjadi beban ibu. Kepada saya, Ibu selalu anak rindu kasih sayang ibu-orang tuamembincangkan biaya sekolah, baju, dll, seolah tidak rela membiayai kehidupan saya.

Ibu juga sering menyuruh saya, tapi adik dan kakak tidak pernah ibu suruh. Ketika ada masalah dengan saya, yang selalu dibela pasti keduanya. Sehingga, selama 21 tahun ini saya merasa tidak nyaman di rumah. Rumah bagaikan dunia luar bagi saya. Sebaliknya lingkungan luar, bagaikan tempat yang selalu membuat saya merasa nyaman.

Saya termasuk perempuan yang kurang percaya diri, sensitif, pemarah. Dalam hal pacaran, hubungan saya selalu tidak lancar. Saya selalu merasa tidak pantas untuk dicintai. Saya mohon sarannya. Mengingat biaya konsultasi psikologi mahal, jadi saya tidak berani…

Ajeng (21 tahun)

JAWAB:

Dear Ajeng yang sedang gundah… .
Saya bisa merasakan betapa galaunya hatimu saat ini. Betapa keinginan untuk dekat dan merasakan kehangatan bersama orang yang disayang, begitu sulit diwujudkan. Apalagi beliau adalah ibu.

Memahami ceritamu, permasalahan yang terjadi antara ibu dan Ajeng sepertinya bersumber dari dua hal utama. Pertama adalah proses …>> baca lanjutannya >>

Comments

comments

One thought on “Merindukan Kasih Sayang Ibu

  1. Pingback: Menanggung Beban di Balik Prestasi dan Harapan Keluarga yang Tinggi » Konsultasi Psikologi

Comments are closed.