mengatasi trauma akibat kekerasan

Mengatasi Trauma Akibat Kekerasan Se*sual

TANYA:

Halo. Sepertinya saya mengalami gangguan yang akut karena trauma akibat kekerasan se*sual. Sudah bertahun-tahun saya sulit tidur di malam hari. Saya merasa marah, cemas, depresi, bingung, terasing/diasingkan, lelah, sakit fisik. Saya selalu teringat kekerasan fisik, psikis, dan kekerasan se*sual yang pernah menimpa saya sewaktu kecil.  Apakah ini tanda saya akan gila? Apa saya bisa sembuh?

Wenti, Surakarta
28 tahun, Ibu Rumah Tangga

 

JAWAB:

Halo, Wati. Saya turut prihatin dengan kondisi yang sedang kamu alami saat menuliskan surat (email) ini. Sulit tidur dan hadirnya rasa cemas, bingung, terasing, dan lelah, memang menjadi tanda awal dari adanya kondisi yang tidak nyaman secara psikis. Ketidaknyamanan ini dapat memunculkan masalah fisik. Misalnya, kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari seperti tidur, kurang energi, dan muncul keengganan melakukan aktivitas harian. Jika terus berlanjut, bisa memicu gangguan fisik atau sakit.

Apabila kondisi tak nyaman (baik pikiran maupun tubuh) ini selalu mengiringi setiap kali teringat pengalaman kekerasan yang dialami di masa lalu, maka bisa dikatakan gangguan fisik dan psikis tersebut memang bersumber dari peristiwa tidak menyenangkan tersebut.

mengatasi trauma akibat kekerasan

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pulihnya Trauma Akibat Kekerasan Se*sual

Ada orang yang mampu cepat pulih dari trauma akibat kekerasan se*sual  karena sebelumnya sudah memiliki mekanisme pengelolaan diri. Namun ada pula yang membutuhkan proses lebih lama. Ada beberapa faktor yang memengaruhinya, diantaranya: keteguhan hati, kekuatan mental, dukungan sosial (orang terdekat, sahabat, keluarga), bobot persoalan yang dialami, dan adanya bantuan dari profesional.

Baca juga:
Latihan Mengendalikan Emosi dalam 3 Langkah Mudah 
Agar Sembuh dari Insomnia (Tidak Bisa Tidur)

Bobot persoalan bervariasi, namun untuk memperjelas pemahaman bisa dilihat dari contoh berikut. Seseorang mengalami kehilangan orang tersayang di depan mata karena kecelakaan, akan berbeda bobotnya dengan pengalaman dicabuli oleh keluarga inti.

Adanya keterlibatan profesional (dokter, psikolog, psikiater, dll) dalam membantu seseorang berpengaruh signifikan. Ibaratnya, seseorang yang terluka dan langsung mendapat pengobatan dari perawat kesehatan, akan lebih cepat sembuh. Bandingkan dengan orang lain yang terluka, tidak segera diobati dokter, lukanya menganga sampai berhari-hari, dan tak jarang menimbulkan masalah kesehatan lain.

Sama halnya dengan luka, trauma akibat kekerasan se*sual, atau akibat pengalaman tidak menyenangkan lain yang membekas dan sampai sekarang hadir mengganggu, memberi tanda perlunya campur tangan profesional (psikolog). Dengan menemui psikolog, Wenti akan dibantu mengelola diri dan menyelesaikan persoalan itu agar bisa menjalani hdup dengan lebih nyaman.

Jika Wenti memiliki kemauan dan keterbukaan untuk menjalani konseling atau terapi, maka akan sangat besar kemungkinan Wenti untuk pulih. Dengan ketenangan, kemampuan mengelola diri yang tepat, dan keterampilan menghadapi persoalan, ketidaknyamanan pikiran dan fisik akan berkurang banyak. Selanjutnya, Wenti akan lebih positif dan bersemangat menjalani kehidupan. Jika dikehendaki, KonsultasiPsikologi.icbc-indonesia.org dapat membantu Wenti menemukan psikolog yang berdomisili di sekitar tempat tinggal Wenti.

Harus semangat, ya! Jangan berpikir Wenti akan gila, karena gangguan ini dapat dihadapi dan diatasi. Saya yakin Wenti memiliki banyak hal baik dalam diri, lebih banyak dari hal yang Wenti risaukan. Semangat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *