Remaja SMA yang Hamil di Luar Nikah

TANYA:

Salah seorang sahabat saya perempuan baru saja bercerita bahwa dia hamil dua bulan. Saat ini dia dalam kondisi sangat bingung, linglung, stres. Ketika bercerita pada saya dia menangis, merasa bersalah pada orang tua dan juga ketakutan karena ayahnya sangat galak. Belum lagi, ibunya mudah sakit bila mengalami stres. Dia bingung harus berbuat apa. Dia sempat ingin menggugurkan kandungannya tapi ia tidak punya biaya. Pacarnya saat ini masih kelas 1, adik kelasnya. Saya bingung bagaimana harus bersikap dan menjawab pertanyaan-pertanyaannya.

Riri, perempuan, 17 tahun

 

JAWAB:

Dear Riri, pasti terasa sangat berat, ya berada pada posisimu saat ini. Antara ingin membantu tetapi juga tidak tahu cara memberikan jawaban yang tepat. Permasalahan sahabatmu itu memang cukup pelik, terlebih menyangkut kehidupan seorang bayi. Sebaiknya, saat ini kamu menjadi sosok yang hadir dan mendukung sang sahabat karena ia sangat membutuhkan hal tersebut.

anak SMA hamil di luar nikahSelanjutnya, sambil terus berusaha ‘di sampingnya’, carilah informasi tentang psikolog yang ada di kota kalian untuk mendampingi sahabatmu itu. Saya melihat ia sudah dalam kondisi butuh didampingi oleh seorang profesional. Apabila ada sumber dana pendukung, kalian dapat pergi ke rumah sakit untuk bertemu dengan psikolog. Alternatif lainnya adalah, kalian bisa menghubungi lembaga atau LSM yang menangani isu-isu seksual & reproduksi atau pemerhati wanita dan anak, yang ada di kotamu, misalnya PKBI. Beberapa LSM tersebut memiliki klinik pendampingan untuk remaja yang bermasalah dengan hal reproduksi, termasuk kehamilan di luar nikah.

Untuk jangka pendeknya, jika ia terus bertanya, alihkan fokus perhatiannya pada hal yang menenangkan diri, dan berpikir positif. Tetap dorong ia untuk menemui profesional yang akan bisa mendampinginya dalam mengambil keputusan atas kehamilan di luar pernikahan yang dialaminya.

Comments

comments

One thought on “Remaja SMA yang Hamil di Luar Nikah

  1. Pingback: Kehilangan Keperawanan dan Ditinggal Pergi, Rasanya... » Konsultasi Psikologi

Comments are closed.