cewek tomboy galau

Kegalauan Cewek dengan Karakter Cowok

TANYA:

Saya punya sedikit masalah, yang baru saya sadari karena komentar teman dan sahabat. Katanya saya ini sifatnya seperti cowok: cuek, bebas, nggak mau diatur, suka bertualang, nggak peka dan masa bodoh. Kalau tampilan fisik, sih, saya nggak tomboy juga. Kata mereka, saya punya cewek tomboy galaukelebihan sebagai pendengar yang baik. Tapi bukan pemberi solusi yang baik, karena solusi yang kuberikan selalu menurut logika, tidak mempertimbangkan perasaan teman yang curhat. Parahnya, teman cowok saya banyak, tapi pacar nggak ada. Kata sahabat saya, itu karena saya lebih banyak berlogika daripada berperasaan. Saya bilang, sifat ini menjadikan saya cewek yang kuat. Eh, teman saya bilang, itu bagus buat karir nanti tapi untuk hidup dalam pernikahan, nggak bisa hanya mengandalkan logika terus. Jadi aku mesti bagaimana, ya Mbak. Aku bingung… .

(Vita, 20 tahun)

JAWAB:

Hai Vita. Hm…, rasanya pasti nano-nano ya, begini salah begitu salah, eh malah kayak lagu nih, hehehe… . Sebelum masuk pembicaraan utama, saya ingin mengajak kamu menyadari bahwa pada usia kamu saat ini memang sedang berada dalam masa ‘mencari’, yakni mencari bentuk kepribadian yang memang sesuai dan positif untuk dirimu. Secara psikologis, kamu sebetulnya masih dalam masa remaja akhir dan sebentar lagi baru akan masuk masa dewasa. Pada masa dewasa, seseorang diharapkan sudah mulai memiliki pribadi yang mantap. Nah, karenanya, pada rentang usiamu, seseorang sering bereksperimen dan mencari-cari bentuk karakter atau kepribadian yang pas untuk dimatangkan nantinya. Oke, kembali kepada hal utama, lalu apa yang perlu dilakukan? Merubah diri sesuai masukan orang-orang di sekitar atau tetap seperti apa yang “ku mau” dan bersikap cuek? Kita lihat beberapa cara di bawah ini yang mungkin dapat membantumu bersikap dan mengambil keputusan. Yuk!

Be Yourself

Mulailah dengan mengerti dan memahami apa dan bagaimana dirimu. Tulislah karakter atau sifat-sifat yang ingin kamu capai. Ehm…, untuk lebih mempermudah, kamu dapat memulai dengan menuliskan peran-peran yang ingin kamu miliki pada masa yang akan datang (misalnya menjadi dokter, pengacara handal, kepala rumah sakit, istri, ibu tiga anak, memiliki bisnis salon, memiliki panti asuhan, atau apapun). Tuliskan semua peran yang ingin kamu capai. Lalu, dari peran-peran tersebut, tulislah sifat-sifat yang menurutmu perlu dimiliki untuk memenuhi peran itu. Selanjutnya, pilihlah sifat atau karakter yang menurutmu paling penting, misal 5 sifat teratas, atau kalau mau meningkatkan diri, buatlah menjadi 10 sampai 15 teratas. Sifat dan karakter yang terpilih itu lah yang perlu untuk kamu pikirkan untuk dikembangkan dalam kepribadianmu.

Kritikan Teman

Selanjutnya, tulislah pula karakter-karakter yang dikritik oleh teman atau orang-orang di sekitarmu. Dari kedua kategori  karakter yang  kamu tulis itu, sandingkan dan lihatlah. Mana yang ingin kamu kembangkan? Apakah yang disampaikan oleh teman-temanmu atau yang kamu ingin capai demi peran yang ingin dimiliki di masa depan? Bila ada rasa yakin atau mantap terhadap kata-kata karakter, itu pertanda bahwa karakter itu lah yang sebetulnya sangat kamu inginkan dan cukup sesuai untuk dirimu.

Kembangkan ketrampilan diri yang positif: untuk diri sendiri dan lingkungan sosial

Nah, setelah kamu memulai dengan membuat daftar, langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah melatih diri untuk mewujudkan karakter-karakter pilihan kamu dalam aktivitas keseharian. Caranya mudah sebetulnya tapi sering kali menjadi sulit karena harus dilatih terus menerus. Jadi, sembari berinteraksi atau melakuan aktivitas harian, lakukanlah hal-hal yang akan dapat mengembangkan karakter tersebut. Bagaimana Vita? Apakah jawaban ini membuatmu lebih tenang dan jelas? Semoga dapat memberi kelegaan sekaligus semangat untuk mengembangkan diri ke arah yang lebih baik. Jangan takut atau risih dengan kritik atau masukan orang lain. Pakai masukan orang lain sebagai bahan refleksi. Bila memang nyaman lakukan. Bila tidak, gunakan saja sebagai rambu-rambu.

About Lucia Peppy Novianti, M.Psi, Psikolog

Adalah seorang psikolog lulusan UGM Yogyakarta, memiliki ketertarikan utama pada psikologi klinis dewasa, terutama kajian mengenai individu, keluarga, dan kehidupan remaja. Selain aktif sebagai pendamping penyintas kekerasan terhadap anak & perempuan, ia terlibat dalam sejumlah penelitian dan aktif menjadi pembicara di berbagai seminar. Sejak 2017, mendirikan Wiloka Workshop Jogja (lengkapnya di laman 'Konselor')