jika orang tua tidak merestui rencana pernikahan-pacar-pasangan

Jika Orang Tua Tidak Merestui Rencana Pernikahan

TANYA:

Saya ingin berkonsultasi. Saya mempunyai pacar. Kami saling mencintai, sudah saling merasa cocok, dan kami serius dalam berhubungan. Akan tetapi, dari pihak orang tua tidak merestui, terutama ibu saya, karena pacar saya ini berstatus duda dan berada jauh di lain daerah (Kalimantan). Tapi kemarin dia sudah membuktikan keseriusannya dengan datang dari Kalimantan dan ke rumah menemui orang tua saya. Apa yang harus saya lakukan supaya orang tua merestui rencana kami menuju jenjang hubungan yang lebih serius? Terima kasih sebelumnya, KonsultasiPsikologi.icbc-indonesia.org.

Wanda di Yogyakarta (karyawan, 24 tahun)

JAWAB:

Jika Orang Tua Tidak Merestui Rencana Pernikahan

jika orang tua tidak merestui rencana pernikahan-pacar-pasangan

 

Hai Wanda yang sedang dipenuhi keindahan cinta… . Ketika kita sedang diliputi emosi atau perasaan tertentu, sering kali ada aspek (bagian) dalam diri kita yang menjadi tertutup. Aspek itu adalah aspek kemampuan berpikir jernih dan berperilaku sehat. Sebagai contoh, ketika sedang mengendarai kendaraan bermotor, tiba-tiba dari belakang ada sebuah motor yang melaju kencang, mendahului, dan bahkan nyaris menyerempet. Sering kali kita menjadi sangat emosional, seperti marah, takut, cemas, terkadang diikuti reaksi mengumpat. Parahnya lagi, kadang sampai mengganggu konsentrasi dan ketenangan berpikir saat kita sudah sampai ditujuan. Dari gambaran tersebut, saya ingin mengajak Wanda untuk melihat ke dalam diri Wanda dulu, kira-kira apa yang sedang berkecamuk di ‘dalam’ hati dan pikiran.

Walaupun Wanda tidak menceritakan dengan jelas lama hubungan dengan sang pacar, namun sepertinya gejolak asmara dan rasa cinta sedang sangat membuncah, memenuhi diri Wanda. Nah, ketika suatu hubungan berlanjut pada rencana untuk sebuah ikatan yang lebih serius, yaitu pernikahan, tentunya banyak yang perlu dipertimbangkan. Bukan hanya masalah rasa atau emosi saja, tapi juga hal lain, termasuk kaitannya dengan budaya. Terlebih lagi kita hidup dalam budaya yang berpandangan bahwa pernikahan bukan sekedar menyatukan dua pribadi manusia, melainkan juga dua keluarga besar. Dalam hal ini, jika orang tua tidak merestui, maka ada satu lubang terbuka dalam hubungan (hidup pernikahan) kalian nantinya.

(Baca juga: Bagaimana Kalau Pacar Tidak Memenuhi Kriteria dan Harapan Orang Tua)

Jika saat ini orang tua kurang mendukung, berarti memang perlu ada proses dialog untuk menyelesaikan hambatan ini, bukan? Langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah mencari tahu hal apa yang membuat orang tua tidak merestui. Kamu dapat melakukannya sendiri, dapat juga dengan bantuan anggota keluarga yang lain. Ketika melakukan langkah ini, Wanda perlu belajar terbuka mendengar pendapat dan masukan orang lain (orang tua), dan tidak perlu memberikan argumen (mendebat) atau mengajukan alasan-alasan yang membenarkan pendapatmu sendiri (mempertahankan pendapat sendiri).

Selama proses mencari tahu tersebut, coba kamu lakukan evaluasi atau penilaian pribadi tentang perjalanan hubungan kalian: bagaimanakah perjalanan hubungan itu, lebih banyak salig mendukung dan menguatkan atau justru kamu lebih banyak berkorban dan menangis? Kemudian, lihat juga seberapa jauh kamu mampu memaklumi kekurangan-kekurangan pasangan. Ingatlah, pernikahan tidak akan otomatis mengubah pasangan kita menjadi seorang yang sempurna bagi kita. Malahan, banyak yang justru semakin memunculkan atau menunjukkan ketidaksempurnaan setelah menikah, karena tidak ada lagi ‘topeng’ yang dipakai sang pasangan. Ada baiknya kamu melakukan evaluasi dan refleksi (merenung) secara tertulis karena ini bisa membantu melihat situasi dengan lebih jelas.

Kita andaikan, alasan-alasan yang melatarbelakangi ketidaksetujuan orang tua sudah kamu ketahui. Kamu juga sudah menilai dan melihat dirimu sendiri. Sekarang, lihat lagi, apakah betul hubungan kalian perlu dan cukup berharga untuk diperjuangkan?

Jika jawabannya tidak, tentu kamu perlu mempersiapkan bagaimana mengakhiri hubungan kalian dengan cara yang baik. Karena tentu saja, hubungan ini diawali dengan sesuatu yang baik, bukan… . Namun jika setelah ditimbang dan dibobot ternyata alasan orang tua tidak merestui tidak begitu kuat, maka langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah menghadirkan bukti dan fakta bahwa kekhawatiran orang tua tidak beralasan. Ajak sang pasangan untuk bersama berusaha menunjukkan dan membuktikannya kepada orang tua, karena hubungan dan perjuangan kalian adalah untuk kebersamaan. Oke Wanda, selamat berjuang untuk cinta dan kehidupan yang lebih baik, ya… .

About Lucia Peppy Novianti, M.Psi, Psikolog

Adalah seorang psikolog lulusan UGM Yogyakarta, memiliki ketertarikan utama pada psikologi klinis dewasa, terutama kajian mengenai individu, keluarga, dan kehidupan remaja. Selain aktif sebagai pendamping penyintas kekerasan terhadap anak & perempuan, ia terlibat dalam sejumlah penelitian dan aktif menjadi pembicara di berbagai seminar. Sejak 2017, mendirikan Wiloka Workshop Jogja (lengkapnya di laman 'Konselor')

One thought on “Jika Orang Tua Tidak Merestui Rencana Pernikahan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *