Insomnia Akibat Pengalaman Mendapat Pelecehan

TANYA:

Halo, KonsultasiPsikologi.icbc-indonesia.org. Sedari kecil saya dibesarkan dalam keluarga yang keras, dan mengalami kekerasan seksual dalam rumah tangga. Ketika saya kecil, paman saya melakukan hal yang tidak wajar, yaitu pelecehan se*sual. Mungkin waktu itu saya masih polos, hingga tidak mengerti.

3 tahun yang lalu, paman saya kembali melakukan hal yang sama. Kini saya mengalami

insomnia karena terbayang diri saya yang dahulu ketika paman melakukan hal itu. Saya merasa takut dan jijik kepada diri saya sendiri.

Saya berusaha bercerita kepada mama papa, tapi tidak ada yang percaya. Di posisi sekarang saya coba untuk kuat, dan saya tipe anak pemendam rasa. Sekian, saya tunggu solusi terbaik dari Anda.

Yasinta, pelajar – 15 tahun, Jakarta.

JAWAB:

Halo, Yasinta. Saya turut prihatin dengan kejadian yang pernah kamu alami. Rasanya pasti berat dan menyakitkan. Saya lihat domisilimu di Jakarta, sebetulnya aksesmu cukup mudah (terjangkau) untuk mendapatkan pelayanan dan penanganan yang diperlukan.

Kamu dapat menghubungi P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) setempat, yang pasti ada di setiap kota/kotamadya. Dan jangan khawatir, kamu tidak akan dipungut biaya untuk mendapatkan layanan ini. Kerahasiaan dirimu juga akan dijamin dan dilindungi.

Berikut alamat P2TP2A dan LPA di Jakarta yang dapat kamu hubungi:

  • Jl. Raya Bekasi Km 18 RT 7/RW 3, Jati Negara Kaum, Pulogadung, Jakarta Timur. Telepon (021) 4788 2898
  • LPA Propinsi Jakarta
    Jl. Manggarai Utara II No. 17, RT 09/01, Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Telepon (021) 8370 5120

Baca Juga:


Agar Sembuh dari Insomnia
Mengatasi Trauma Akibat Kekerasan Se-sual

 

Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Jika Punya Pengalaman Mendapat Pelecehan Se*sual

Sambil menunggu waktu dan kesempatanmu untuk mendapatkan pendampingan dari P2TP2A, saya ingin mengajakmu untuk membangun penguatan dari dalam diri. Sadari dan masukkan ke dalam pikiranmu bahwa:

  1. Kamu tetap seorang individu yang berharga. Bahwa walaupun kamu mendapat perlakuan yang tidak pantas seperti itu, kamu tetap seorang manusia yang bernilai dan berharga karena sejatinya manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang sangat disayangi-Nya.
  2. Kamu mengalami hal ini bukan karena kesalahanmu. Peristiwa pelecehan seksual (kekerasan seksual dalam rumah tangga) tersebut terjadi karena dia–pelaku, memiliki perilaku yang buruk, tercela, dan tak terpuji.
  3. Kamu tetap memiliki masa depan cerah meskipun pernah mendapatkan pengalaman buruk ini. Mengapa? Karena dalam dirimu pasti ada kelebihan-kelebihan diri maupun potensi yang bila diolah akan dapat membuatmu menjadi orang sukses. Cobalah mengenali berbagai potensi dirimu, dan olah hal tersebut sehingga kamu dapat menjadi pribadi yang unggul.
  4. Ada banyak orang yang bersedia mendukung dan membantumu. Kamu hanya belum bertemu mereka saja. Setidaknya, kamu sekarang sudah mendapatkan dukungan dari kami, walau secara virtual. Ketika kamu mau bergerak dan mencari tempat penanganan yang tepat, bisa jadi orang-orang terdekatmu akan tersadar dan menjadi lebih peduli.
  5. Latih dirimu untuk mengeluarkan pendaman pikiran dan perasaan sehingga tidak sekedar diabaikan. Apalagi ditumpuk dalam diri sendiri. Ini akan menjadi sampah psikologis yang membuat tubuh dan pikiranmu tidak sehat. Carilah cara agar dapat memeroleh kelegaan. Misalnya dengan menulis, membuat kerajinan, menjahit, bercerita, atau lainnya. Kamu lebih tahu cara mana yang bisa membantumu merasa lega.
    Pengeluaran pikiran atau perasaan ini bukan berarti langsung menyelesaikan masalahmu, namun sebagai upaya pencegahan agar sampah psikologis dalam dirimu tidak menumpuk terlalu banyak.

Semangat ya, Yasinta. Berangkatlah untuk mencari penanganan yang dibutuhkan. Jangan biarkan kejadian buruk (pengalaman mendapat pelecehan secsual – kekerasan dalam rumah tangga) di masa lalu merenggut kesuksesanmu. Masa depanmu masih ada, dan sayang bila diabaikan . Kamu hanya perlu membuka langkah dan meraihnya. Semangat, Yasinta!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *