Ingin Melindungi Ibu dari Ayah yang Suka Selingkuh dan Memukul

TANYA:

Mbak, aku butuh bantuan. Rasanya sudah lelah sekali, aku nggak kuat, hatiku nggak bisa terima lagi. Ini tentang papaku. Papa dan mama sudah bercerai sejak aku duduk di bangku SMP. Saat ini aku kelas 2 SMA. Sebelum bercerai, papa sangat sering memukuli mama dan mama hanya diam saja. Itu sudah dilakukan sejak aku duduk di kelas 4 SD. Selain itu, papa juga berselingkuh. Sekarang, di saat papa mama sudah bercerai aku pikir mama dan kami akan hidup lebih tenang, ternyata tidak. Istri baru papa sekarang sering sekali meneror kami, terutama mama. selingkuh-perceraian-kekerasan dalam rumah tanggaMama meminta aku untuk diam dan mengalah padahal aku sangat nggak terima, marah, sedih, semua campur aduk. Aku ingin melakukan sesuatu untuk membalas tetapi di sisi lain aku juga ingin patuh dengan mama. Aku tidak ingin adik-adikku juga merasakan hal yang sama seperti aku. Apa yang harus aku lakukan? Aku bingung sekali… .

Riri (16 tahun)

 

JAWAB:

Hai Riri, semoga saat ini kondisimu lebih baik… . Saya dapat merasakan pergumulan batinmu saat ini. Berbagai emosi campur aduk, marah, sedih, lelah, ingin berontak tetapi sekaligus ada ketidakberdayaan di dalam sana. Mari kita mencoba berpikir dengan lebih tenang, Riri.

Saat ini manakah yang kira-kira menjadi prioritasmu? Apakah kamu ingin berfokus pada ‘memberi pelajaran’ terhadap orang-orang yang menghancurkan kebahagiaan orang-orang tersayang, atau ingin agar orang-orang tersayang, termasuk dirimu, hidup lebih bahagia dan tidak perlu lagi menghabiskan waktu dan tenaga untuk memikirkan orang lain?

Menurut pendapat saya, dalam situasimu saat ini, sepertinya akan lebih baik bila kamu berfokus ke dalam keluarga dahulu. Artinya, kamu mencari cara-cara, berupaya untuk menguatkan dan membuat ibu serta adik-adik lebih tenang, hidup bahagia dan nyaman.

Lalu bagaimana caranya? Pertama, kamu perlu mengolah dirimu untuk lebih menenangkan diri, belajar untuk tidak mendengarkan lagi ancaman atau tuntutan persoalan dari ayah atau istri barunya. Biarlah mereka menjalani kehidupannya sendiri. Sedangkan kamu, fokus pada bagaimana caranya berprestasi dan nyaman dengan kehidupan kamu sendiri juga. Kedua, kamu perlu menjadi penguat dan pendengar untuk adik dan, terutama mama. Mama pastilah menjadi pihak yang paling terbebani dalam situasi ini. Hadirlah untuk mendengarkannya isi hatinya, dan ajak mama untuk memusatkan pikiran pada kehidupan kalian sekeluarga daripada memikirkan persoalan papa dan istri barunya. Namun, memang saya juga paham bahwa semua tidak semudah yang tertulis. Memang sangat perlu teknik-teknik khusus seperti: teknik pengelolaan emosi dan penguatan pribadi. Namun untuk dapat melakukannya dengan baik, kamu  perlu belajar/bimbingan. Karenanya, sebaiknya kamu menghubungi psikolog terdekat untuk mempelajarinya. Kamu dapat menghubungi email kami <konsul.psikologi@gmail.com> untuk mendapatkan alamat psikolog terdekat dan paling terjangkau untukmu.

Namun yang terpenting adalah: lebih baik pusatkan perhatianmu pada kehidupanmu dan keluarga kecilmu saat ini,  daripada membiarkan energimu terbuang ‘sia-sia’ karena terbakar oleh amarah terhadap ayah dan istri barunya. Ingat juga, perasaan/pikiran negatif bisa menggerogoti kesehatan tubuh dan mentalmu. Jatuh sakit bukanlah sesuatu yang kamu harapkan saat ini, bukan? Semangat ya Riri, masih ada pelangi yang indah di depan sana untuk kamu nikmati bersama mama dan adik-adik… .

*image courtesy of jaylopez

About Lucia Peppy Novianti, M.Psi, Psikolog

Adalah seorang psikolog lulusan UGM Yogyakarta, memiliki ketertarikan utama pada psikologi klinis dewasa, terutama kajian mengenai individu, keluarga, dan kehidupan remaja. Selain aktif sebagai pendamping penyintas kekerasan terhadap anak & perempuan, ia terlibat dalam sejumlah penelitian dan aktif menjadi pembicara di berbagai seminar. Sejak 2017, mendirikan Wiloka Workshop Jogja (lengkapnya di laman 'Konselor')

One thought on “Ingin Melindungi Ibu dari Ayah yang Suka Selingkuh dan Memukul

Comments are closed.