cara berkomunikasi dengan remaja putra laki-laki

Ibu Kesulitan Memahami Anak Laki-Lakinya yang beranjak Remaja

TANYA:

Bagaimana caranya supaya dapat mengajak berbicara anak saya yang sudah mulai remaja? Kalau diajak bicara baik-baik dia selalu ketus. Tapi ketika didiamkan, dia juga protes. Saya jadi bingung? Anak saya sekarang kelas 2 SMP, laki-laki.

Ibu Sisy, 46 tahunremaja lelaki

 

JAWAB:

Hai Ibu Sisy… . Menghadapi anak yang mulai menginjak usia remaja memang gampang-gampang susah ya… . Terlebih apabila ia berbeda jenis kelamin dengan kita (laki-laki). Namun, bukan berarti tidak dapat dilakukan, bukan? Perlu Ibu ketahui, bahwa salah satu karakter perilaku anak usia remaja adalah adanya gap atau jarak psikologis antara orang tua dan anak, walaupun tidak semua anak akan mengalami hal tersebut. Gap ini terjadi karena anak merasa sudah dewasa dan ingin diperlakukan secara dewasa. Anak remaja seringkali menangkap atan menganggap bahwa orang tua masih memperlakukan mereka bak kanak-kanak. Oleh karenanya, salah satu langkah positif yang bisa dilakukan adalah dengan mulai membangun komunikasi efektif dan penuh kepercayaan dengan anak. Ibu bisa memulai dengan memperlakukannya seperti seorang dewasa yakni dengan berkomunikasi seperti dengan teman atau tidak terlalu bersikap menyuruh atau mengatur. Apabila ada kebutuhan ibu untuk mengarahkan, cobalah dengan mengganti kalimat aturan tersebut dengan kalimat tanya, misalnya apabila ibu ingin meminta anak untuk pulang tepat waktu, maka dapat menggunakan kalimat tanya seperti, “Nak, bagaimana jadwalmu hari ini? Apakah kamu akan pulang pada jam biasa?

Selain itu, pada usia ini biasanya komunikasi juga akan berjalan lebih lancar ketika dilakukan oleh sesama jenis, yakni anak laki-laki dengan ayah dan anak perempuan dengan ibu. Jadi tampaknya, ini juga menjadi momentum yang sangat tepat untuk meningkatkan kerja sama antara Ibu dengan suami. Mereka memiliki ‘bahasa’ tersendiri untuk berkomunikasi, yang meskipun Ibu berusaha menguasainya, terkadang belum dapat terpenuhi. Jadi sepertinya, akan ada waktunya Ibu perlu lebih ‘mengerem’ diri untuk berinteraksi atau berkomunikasi langsung dengan sang jagoan. Jika Ibu penasaran, Ibu bisa minta tolong ayah untuk menyampaikan pertanyaan melalui ‘obrolan lelaki’ ala mereka. Namun perlu diingat, model komunikasi ini bukan dimaksudkan agar Ibu melepas dan sama sekali tidak berinteraksi dengan anak. Silakan melakukan cara ini ketika ada suatu topik yang sama sekali tidak dapat Ibu bicarakan langsung dengan anak. Catatannya, apabila akan menggunakan strategi ini (komunikasi ayah – anak laki-laki atau Ibu – anak perempuan) maka antara Anda dan suami perlu terlebih dahulu berkomunikasi dan memiliki kesepakatan tertentu sehingga dapat mencegah munculnya dampak negatif lain.

About Lucia Peppy Novianti, M.Psi, Psikolog

Adalah seorang psikolog lulusan UGM Yogyakarta, memiliki ketertarikan utama pada psikologi klinis dewasa, terutama kajian mengenai individu, keluarga, dan kehidupan remaja. Selain aktif sebagai pendamping penyintas kekerasan terhadap anak & perempuan, ia terlibat dalam sejumlah penelitian dan aktif menjadi pembicara di berbagai seminar. Sejak 2017, mendirikan Wiloka Workshop Jogja (lengkapnya di laman 'Konselor')

One thought on “Ibu Kesulitan Memahami Anak Laki-Lakinya yang beranjak Remaja

Comments are closed.