cara mengatasi gangguan kecemasan sosial-psikologi-Social anxiety disorder

Gangguan Kecemasan Sosial, Bagaimana Cara Mengatasinya?

TANYA:

Salam kenal. Usia saya 22 tahun. Saya mengalami ketakutan yang membuat saya sangat tersiksa. Rasa takut ini muncul ketika berjumpa atau berpapasan dengan orang lain. Saya selalu merasa pusing ketika bersama orang lain. Saya sulit ngobrol atau berbincang dengan mereka. Jika hendak mengobrol, saya harus bersusah payah berpikir terlebih dahulu apa yang mau diobrolkan, sehingga dalam lingkungan sosial saya sangat kaku. Apabila beraktivitas bersama orang lain, saya merasa semua orang di sekitar saya memperhatikan ke arah saya. Akibatnya saya menjadi kaku dan tidak bebas. Padahal mereka sama sekali tidak memperhatikan seperti yang saya pikirkan.

Saya mencari tahu apa yang terjadi pada diri saya. Kesimpulan sementara, saya menderita SAD (Social Anxiety Diorder = Gangguan Kecemasan Sosial). Tapi entahlah, apakah benar daya menderita gangguan kecemasan sosial (SAD)… . Tapi memang saya seringkali kesulitan berteman. Bahkan dalam lingkungan keluarga besar sekalipun, saya sulit berinteraksi. Keluar rumah pun saya takut. Saya bingung setiap kali bertemu dengan orang lain harus bersikap bagaimana, harus berbicara apa. Saya seringkali berpikiran untuk bunuh diri. Mohon bantuannya, terima kasih.

Didit (PNS dari Jakarta)

cara mengatasi gangguan kecemasan sosial-psikologi-Social anxiety disorder

Takut Bertemu Orang Lain, Apakah Saya Mengalami Gangguan Kecemasan Sosial?

 

Halo, Didit. Apa yang kamu alami ini pasti membuatmu sangat tidak nyaman. Mungkin telah mengganggu rutinitas harian serta produktivitas. Memang dari tanda-tanda, gejolak emosi, pemikiran,dan perilaku sehari-hari, yang kamu alami ini mengarah pada karakter Social Anxiety Disorders (SAD) atau Gangguan Kecemasan Sosial. Saya sangat menyarankan agar kamu segera menemui psikolog atau psikiater agar segera dapat diketahui gangguan apa yang sebenarnya kamu alami. Psikolog atau psikiater (dokter spesialis kejiwaan) akan membantumu menggali akar persoalan, juga mendampingi kamu dalam mengelola diri, membuat dirimu lebih nyaman sehingga mampu lebih aktif dan produktif.

Yang bisa saya berikan lewat dunia maya (KonsultasiPsikologi.icbc-indonesia.org) ini, adalah tips untuk membantumu menenangkan diri saat ‘serangan’ cemas atau takut itu muncul. Dengan demikian, kamu akan lebih bisa mengontrol perilaku bersama menurunnya tingkat kecemasan. Ok, tips ini berupa teknik melakukan relaksasi nafas dalam. Ketika serangan cemas itu muncul, segera pusatkan pikiran pada ritme nafasmu. Posisi tubuh yang paling baik adalah duduk relaks, tetapi jika tidak memungkinkan untuk mencari posisi duduk yang ideal, tak apa. Intinya kamu bisa memusatkan diri pada proses tarikan nafas dan usahakan pada posisi tubuh yang relaks. Secara detil, kamu bisa melatih teknik relaksasi nafas dalam dengan langkah-langkah yang ada di laman berikut » Cara Melakukan Latihan Relaksasi Nafas Dalam.

Usahakan terus berlatih melakukan relaksasi nafas dalam itu, ya. Dengan demikian ketika kamu perlu melakukannya, kamu sudah lebih siap dan lebih cepat mengambil sikap. Tetapi meski demikian, Didit, tips ini bukan untuk menyelesaikan atau mengelola persoalan perilaku yang sedang kamu alami. Sebaiknya kamu segera menemui psikolog atau psikiater untuk mendapat penanganan paling tepat dan nyaman untukmu. Karena sayangnya, konsultasi online seperti ini tidak cukup membantu seseorang lepas tuntas dari gangguan kecemasan sosial (yang kamu kira sedang kamu alami). Apabila kamu membutuhkan kontak psikolog di sekitar tempat tinggalmu, kami bisa membantumu. Semangat, ya Didit. Situasi ini bisa dikelola/ditangani, kok. Saya yakin setelahnya kamu akan menjadi pribadi yang lebih positif dan lebih produktif dalam kehidupan sehari-hari.

About Lucia Peppy Novianti, M.Psi, Psikolog

Adalah seorang psikolog lulusan UGM Yogyakarta, memiliki ketertarikan utama pada psikologi klinis dewasa, terutama kajian mengenai individu, keluarga, dan kehidupan remaja. Selain aktif sebagai pendamping penyintas kekerasan terhadap anak & perempuan, ia terlibat dalam sejumlah penelitian dan aktif menjadi pembicara di berbagai seminar. Sejak 2017, mendirikan Wiloka Workshop Jogja (lengkapnya di laman 'Konselor')

12 thoughts on “Gangguan Kecemasan Sosial, Bagaimana Cara Mengatasinya?

  1. Kepada mba lucia,, saya merasa punya permasalahan seperti itu. Sejak kecil saya takut untuk memulai pembicaraan jika bertemu orang lain, bahkan kepada orang yang saya kenal saya bingung mau mengobrol apa. Tapi sekarang saya sudah merasa agak bisa mengontrol diri ketika bertemu orang lain, tidak begitu cemas dan takut. Permasalahan saya sekarang, saya kadang takut untuk menawarkan bantuan, bertanya, mengucapkan selamat kepada orang yang saya anggap perlu saya hormati. Hal ini membuat saya merasa sombong terhadap mereka. Padahal dalam hati saya ingin menawarkan, mengatakan sesuatu tetapi terasa berat untuk diucapkan. Dulu hingga sekarang, ketika saya mencoba membantu orang tua kandung saya, dan hasilnya kurang sesuai dengan apa yang mereka harapkan, saya malah kena marah atau perkataan yang menyakiti hati saya, tidak pernah saya mendapati ucapan terimakasih dari ortu sya. Apakah hal ini yang menyebabkan ketakutan saya? Yang berimbas ke hubungan saya dengan orang lain? Lalu bagaimana solusi yang harus saya lakukan, agar sikap saya yang buruk itu bisa teratasi??

  2. Sama banget dengan saya. Pengen solusi tp takut. Pengen ngbantu orang tp rasanya gimana. Pengen negur orang tp rasanya susah. Saya berfikir butuh teman, tp rasanya susah T_T

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *