cara wanita-perempuan mengungkapkan perasaan kepada pria lebih dulu

Wanita Mengungkapkan Perasaan Kepada Pria Lebih Dulu?

TANYA:

Saya seorang wanita usia 21 tahun, sedang tertarik dengan seorang duda berusia 31 tahun yang memiliki seorang anak laki-laki berusia 5th. Saya sangat berharap bisa menjadi pendamping hidupnya dan menjadi ibu bagi anaknya. Tapi dia tidak tahu bagaimana perasaan saya padanya dan saya juga tidak yakin apakah dia punya perasaan yang sama dengan saya. Saya harus bagaimana agar dia tahu perasaan saya, karena bagi saya tabu kalau seorang wanita mengungkapkan perasaan kepada pria lebih dulu?

Dessy, mahasiswa dari Singkawang

cara wanita-perempuan mengungkapkan perasaan kepada pria lebih dulu

Wanita mengungkapkan perasaan kepada pria lebih dulu: tabu?

 

Hai, Dessy yang sedang jatuh cinta… . Terima kasih telah berbagi dengan pembaca KonsultasiPsikologi.icbc-indonesia.org. Bagi kebanyakan masyarakat kita, seorang wanita mengungkapkan perasaan kepada pria memang masih dipandang sebagai suatu hal yang tidak lazim. Namun demikian, pandangan tersebut mulai bergeser belakangan ini. Kini sudah lebih banyak wanita yang mulai terbuka dan aktif menyampaikan perasaannya. Untuk dapat melakukan hal tersebut memang dibutuhkan keberanian dan keyakinan, juga kesiapan apabila kenyataan tak sesuai dengan harapan.

Pada situasimu saat ini, sepertinya yang lebih penting adalah memastikan perasaanmu yang sebenarnya pada Sang Lelaki. Selain itu, sebaiknya kamu juga mulai memikirkan rencana atau gambaran lebih lanjut atas harapanmu untuk berhubungan dengannya. Apakah betul kamu ingin membangun hubungan sebagai suami istri (dalam lembaga pernikahan), ataukah sekedar ingin bersama dalam hubungan kasih… . Sadarilah betul-betul status dan posisi dia saat ini, yang juga akan berpengaruh pada kehidupanmu selanjutnya.

Apabila kamu bersamanya, kamu tidak hanya akan hidup bersama dia, melainkan juga harus menyediakan waktu, tenaga, energi, kasih sayang, dan berbagai sumber daya untuk diberikan pada anaknya, bukan? Hal yang perlu kamu pertimbangkan dan pikirkan dengan bijak adalah…, apakah statusnya berpotensi memunculkan persoalan pada lingkungan sosial kamu, misal keluarga dan masyarakat sekitar. Ketika kamu menjalin hubungan kasih dengan seorang duda, kamu sebaiknya menyiapkan diri karena masyarakat kita masih cenderung mempergunjingkannya.

Oh ya, jangan sampai ketika satu hal terlampaui/terselesaikan (galau tentang cara mengungkapkan perasaan kepada pria itu), justru kemudian menimbulkan persoalan baru lagi. Perlu kamu ingat bahwa ketika kamu mengungkapkan perasaan kepada pria itu, kemungkinannya adalah terjalin atau tidaknya hubungan kasih. Dia bisa saja menolak perasaan kamu. Tetapi juga bukan tidak mungkin menerima perasaan kamu dan kemudian berlanjut pada pernikahan. Keputusan menikah ini laih yang nantinya dapat membawa persoalan-persoalan baru.

Sesudah kamu berpikir dengan matang tentang harapan dan impian akan kebersamaan dengan pria tersebut, maka langkah selanjutnya adalah bagaimana mengelola diri agar berani mengambil keputusan. Ketika keputusan sudah diambil, bagaimana kamu akan membangun relasi dan kedekatan dengannya, lalu mungkin bagaimana mengungkapkan perasaan kepada pria itu… . (Baca juga » Bagaimana Cara Melakukan Pendekatan pada Cowok yang Ditaksir?)

Sekali lagi, langkah awal dari situasimu ini dimulai dengan memastikan seberapa kuat keinginan untuk membuat komitmen dengannya sehingga tidak bisa menunggu lagi. Jika kamu masih mampu bersabar mengikuti proses maka langkah terbaik adalah mencoba membangun interaksi yang nyaman dengan pria itu. Belajarlah untuk bersikap tulus dan menyenangkan pada calon pasangan dan si anak. Ketika Sang Lelaki merasakan kenyamanan dalam berkomunikasi atau menghabiskan waktu denganmu, akan sangat mungkin tumbuh ketertarikan dan perasaan cinta diantara kalian. Ini lebih pada masalah waktu, Dessy. Jadi bagaimana bila sekarang kamu lebih memusatkan diri untuk meningkatkan kualitas hubunganmu dengan dia dan anaknya?

Emosi cinta memang sering kali membuat seseorang kurang mampu berpikir rasional terkait penyebab atau latar belakang rasa cintanya. Hal ini sangat wajar. Tapi sayangnya, emosi tanpa dibarengi oleh pikiran rasional cenderung membuat seseorang kurang bijak dalam bersikap sehingga berakibat negatif. Oleh karena itu, jika kita mampu mengontrol dan mengatur diri ketika sedang diliputi perasaan penuh cinta itu, maka kita akan bisa membuat keputusan terbaik. Dalam hal ini, keputusan untuk mengungkapkan perasaan (atau tidak) kepada pria idamanmu itu, membutuhkan baik hati dan kepalamu. Semoga kamu membuat keputusan yang terbaik, Dessy!

About Lucia Peppy Novianti, M.Psi, Psikolog

Adalah seorang psikolog lulusan UGM Yogyakarta, memiliki ketertarikan utama pada psikologi klinis dewasa, terutama kajian mengenai individu, keluarga, dan kehidupan remaja. Selain aktif sebagai pendamping penyintas kekerasan terhadap anak & perempuan, ia terlibat dalam sejumlah penelitian dan aktif menjadi pembicara di berbagai seminar. Sejak 2017, mendirikan Wiloka Workshop Jogja (lengkapnya di laman 'Konselor')

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *