cara agar percaya diri dan tidak minder

Cara Agar Percaya Diri dan Tidak Minder

TANYA:

Jadi begini…, saya perempuan berusia 17 tahun yang merasa sangat kurang percaya diri. Kadang saat bersama orang yang derajatnya lebih tinggi atau yang punya ‘lebih’ lainnya dibanding diri saya, saya merasa lemah. Saya merasa tidak punya apa-apa. Dan apabila saya pergi, kapan saja-dimana saja, saya sangat sulit melakukan apa yang saya mau karena saya merasa orang-orang di sekitar memperhatikan saya. Saya takut akan anggapan mereka tentang saya. Saya pun merasa tidak tenang dan tidak nyaman karena saya tidak dapat melakukan apapun yang saya mau. Saya benar-benar butuh solusi, cara agar percaya diri dan tidak minder… 🙁

Wiwit, Surabaya

cara agar percaya diri dan tidak minderIngin tahu cara agar percaya diri dan tidak minder…

Halo Wiwit yang sedang dihinggapi rasa kurang percaya diri… . Dari ceritamu, sepertinya rasa kurang percaya diri itu bersumber dari kecemasan. Sayang sekali, untuk dapat menyelesaikan masalah yang terkait dengan kecemasan, diperlukan konseling atau penanganan psikologis langsung (tatap muka) dengan psikolog. Hal tersebut diperlukan karena agaknya kecemasanmu sudah sangat mendominasi pikiran sehingga perlu dibimbing dalam proses merubah keyakinan atas kecemasan tersebut. Proses ini sulit dilakukan hanya dengan konsultasi online (seperti ini), karena kamu dan psikolog perlu berinteraksi langsung (tatap muka), selain itu juga dibutuhkan penanganan psikologis berkelanjutan.

Namun jangan khawatir, lewat KonsultasiPsikologi.icbc-indonesia.org ini saya akan mencarikanmu cara agar percaya diri dan tidak minder melalui beberapa langkah yang dapat kamu latih secara mandiri. Tujuan dari beberapa langkah berikut sebetulnya ditekankan untuk mengontrol kecemasanmu, sedikit demi sedikit mengurangi rasa kurang percaya diri, serta membiasakan diri pada situasi dan pemikiran yang positif-optimis. Oh ya, sebelumnya perlu saya sampaikan bahwa pembahasan akan saya bagi ke dalam beberapa bagian tulisan (serial) agar mudah dipahami tahap demi tahapnya.

Pertama, saya ingin mengajakmu untuk terlebih dahulu memahami tentang kecemasan. Silakan kamu klik dan baca dulu artikel berikut » Kecemasan Adalah… Salah Satu Sumber Ketakpercayadirian. Setelah itu, kembali lagi ke laman ini untuk membaca penjelasan saya di bawah ini.

…kita mulai lagi, ya… .

Dalam kondisimu saat ini, kecemasan yang kamu miliki rupanya sudah mulai berlebih dan terlalu banyak. Ini perlu dikontrol, dikelola, agar kembali dalam porsi atau ‘dosis’ normal. Tanda bahwa kecemasan yang kamu miliki sudah terlalu banyak adalah munculnya dampak negatif berupa kepercayaan diri yang rendah, berikut kecenderungan berpikir negatif dalam kehidupan sehari-hari (seperti yang kamu keluhkan). Hal yang kamu perlu lakukan adalah berusaha mengontrol kecemasan sehingga tidak lagi menimbulkan rasa rendah diri terlalu besar, dan agar terhindar dari pikiran negatif yang mendominasi.

Seperti yang sudah saya sampaikan pada mula tulisan ini, cara pengelolaan kecemasan yang paling efektif adalah dengan minta penanganan langsung psikolog. Kamu dapat membalas imel ini apabila ingin mendapatkan informasi tentang psikolog terdekat dari tempat tinggalmu. Sembari menunggu proses tersebut, lakukan beberapa upaya pengendalian diri sebagai berikut:

1. Mengenali kelebihan dan kekurangan diri.

Kamu semestinya bangga pada kelebihan-kelebihan diri, kalau perlu olah terus agar menjadi sesuatu yang istimewa. Tentang kekurangan diri…, ubahlah apa yang bisa diubah atau diperbaiki, dan terimalah kekurangan diri yang memang tak bisa diubah. Untuk mulai perjalanan mengenal siapa dirimu, ikuti tautan berikut, ya » 5 Langkah Mengenal Diri Sendiri.

2. Memeriksa kenyataan (testing the reality)

Memeriksa kenyataan, adalah salah satu cara untuk mencocokkan apakah benar pikiran dan perasaan kita terhadap sesuatu sesuai (=sama) dengan pikiran dan perasaan orang lain. Jika sesuai, berarti kita telah cenderung objektif. Sebaliknya, jika tidak sesuai, mungkin kita sedang dihinggapi kecemasan saja sehingga berpikir yang tidak-tidak… .

  1. Mulailah dengan meminta penilaian jujur (objektif) dari orang-orang terdekat yang kamu percaya. Minta mereka memberi komentar tentang hal positif dan negatif dari dirimu. Komentar itu hendaknya mereka tuliskan dalam sebuah buku kecil (yang telah kamu siapkan), tanpa mencantumkan nama masing-masing.
  2. Kamu baru boleh membaca komentar yang kamu dapatkan itu setelah orang terakhir menulis komentarnya. Misalnya kamu ingin mendapat komentar dari 10 orang, maka kamu baru boleh membaca buku kecil itu setelah orang kesepuluh memberi komentar.
  3. Sesudah kamu merasa cukup, silakan baca komentar atau testimoni tersebut dengan pelan dan perhatikan lekat-lekat.
  4. Ambil kertas yang telah kamu buat pada Langkah Pertama (Mengenali Kelebihan dan Kekurangan Diri), lalu beri tanda pada hal-hal yang sama, yang juga disebutkan oleh para komentator. Poin-poin ini telah memberimu petunjuk bahwa anggapanmu tentang dirimu sendiri sesuai dengan pemahaman orang-orang tentang dirimu. Jangan lupa, orang-orang yang menulis komentar ini adalah orang-orang dekat yang kamu percayai, yang dengan demikian benar-benar mengenalmu.

Langkah 1 dan Langkah 2 telah menjadi salah satu cara untuk mengenali siapa dirimu dengan objektif. Secara sederhana, kamu dapat melihat, apa saja yang kelebihan dan kekurangan yang ada pada dirimu, dan apa saja yang ternyata hanya merupakan kecemasan atau kekhawatiranmu sendiri… .

Selanjutnya, biasakan untuk mencari fakta atau objektivitas atas pikiran-pikiran yang meresahkan atau mencemaskanmu dari orang diluar dirimu. Misalnya sahabat atau orang terdekat. Kali lain kamu tiba-tiba merasa tidak berdaya, merasa buruk, atau tidak berarti, tuliskan itu secara terperinci di atas kertas, lalu berikan kepada orang terdekat yang kamu percaya. Contohnya:

Dwi sungguh beruntung, dia punya segalanya. Dia pintar, menarik, kaya, supel. Hanya dengan melihatnya saja, aku merasa bukan siapa-siapa. Sepertinya dia tak akan pernah mau mengobrol denganku. Aku bodoh, membosankan, kumal dan tidak menarik.

Minta mereka menulis komentar atas pernyataanmu itu dengan jujur dan apa adanya. Katakan kamu sedang ingin mengecek atau memeriksa pikiran dan perasaanmu, apakah betul yang kamu pikirkan dan rasakan adalah kenyataan, ataukah itu hanya kecemasan yang berlebihan.

Oh ya, mengapa ‘orang-orang’ ini kita minta menuliskan komentarnya, padahal bisa saja mereka mengatakannya langsung? Karena dengan menulis, orang akan lebih bisa memberi komentar dengan jujur dan nyata (setidaknya mendekati…). Berbeda dengan bahasa lisan atau omongan, orang biasanya tidak bebas mengemukakan pendapatnya tentang hal semacam ini karena diselimuti rasa ‘tidak enak’, rikuh, atau takut menyinggung perasaan.

3. Memasukkan ‘Virus Positif’ dan Menutup Pintu untuk ‘Virus Negatif’

Salah satu upaya yang perlu dibangun agar kita dapat mengelola kecemasan berlebihan adalah mengkondisikan situasi dan lingkungan menjadi bernuansa positif dan optimis. Buang jauh-jauh virus negatif yang membuat kita sering berprasangka buruk, buka lebar-lebar pintunya agar virus positif lebih banyak masuk. Untuk penjelasan lebih terperinci, ikuti tautan ini » Menciptakan Energi Positif dalam diri…

4. Melatih Keterampilan Berkomunikasi dan Mengelola Stress

Selain karena terlalu berpikir negatif dan pesimis terhadap diri sendiri, kecemasan dan rasa kurang percaya diri dapat pula disebabkan oleh kurangnya keterampilan atau kemampuan tertentu pada seseorang. Apabila secara objektif (dari proses mengenali diri pada langkah 1 dan 2) kamu memang memiliki kelemahan dalam beberapa kemampuan, tentu kamu perlu segera melatih dan meningkatkan hal itu. Misalnya, kemampuan berkomunikasi, kemampuan tampil di muka umum, kemampuan mengelola jadwal, kemampuan mengelola emosi, atau kemampuan lainnya.

Coba lihat kembali catatan dari langkah 1 dan 2, pada bagian sisi negatif. Nah, di bagian itu kamu akan menemukan keterampilan-kemampuan yang perlu kamu tingkatkan. Mulailah dari hal yang kamu rasa paling mudah dan paling dapat kamu lakukan saat ini. Setelah itu, baru beranjak ke hal yang lebih rumit dan kompleks.

Ambil lagi selembar kertas kosong, tuliskan urutan keterampilan atau hal-hal yang perlu ditingkatkan. Urutan pertama adalah yang paling mudah, dan seterusnya hingga yang paling sulit. Lalu, tentang materi-materi dan cara-cara yang perlu kamu latih itu, kamu dapat mencari cara meningkatkannya, baik secara otodidak (mandiri) maupun dengan bantuan pembimbing (kursus, atau lainnya). Oh ya, peningkatan keterampilan diri dan pengembangan kepribadian juga akan kamu peroleh seiring proses konseling/terapi untuk mengelola kecemasan bersama psikolog profesional.

* * *

Wiwit, beberapa langkah di atas memang belum tentu langsung dapat membuatmu lebih percaya diri dan lepas dari berbagai kecemasan. Dalam kaitannya sebagai cara agar percaya diri dan tidak minder, langkah-langkah di atas lebih ditujukan untuk membuatmu mampu mengontrol diri dan menciptakan hawa positif-optimis di sekitarmu. Apabila langkah-langkah di atas belum cukup membantumu, sedang kamu betul-betul ingin merubah perilaku negatifmu (agar percaya diri dan tidak minder, tidak mudah mencemaskan pendapat orang lain), maka sebaiknya kamu segera menemui psikolog profesional agar mendapat pendampingan dalam proses perubahan perilaku dan pikiran. Selamat berproses, Wiwit. 🙂

About Lucia Peppy Novianti, M.Psi, Psikolog

Adalah seorang psikolog lulusan UGM Yogyakarta, memiliki ketertarikan utama pada psikologi klinis dewasa, terutama kajian mengenai individu, keluarga, dan kehidupan remaja. Selain aktif sebagai pendamping penyintas kekerasan terhadap anak & perempuan, ia terlibat dalam sejumlah penelitian dan aktif menjadi pembicara di berbagai seminar. Sejak 2017, mendirikan Wiloka Workshop Jogja (lengkapnya di laman 'Konselor')

6 thoughts on “Cara Agar Percaya Diri dan Tidak Minder

  1. MENURUT W, ALANGKAH BAIKNYA KITA MERENUNG. APA PENYEBABNYA KITA MINDER. KARENA SETIAP PERASAAN YG TIMBUL MENGANDUNG BERBAGAI MAKNA TERSEMBUNYI. CONTOHNYA W, W DULU JUGA MINDER NGOBROL AMA TEMEN2. W SUKA BERPRASANGKA BURUK AMA MEREKA. W BARU SADAR SETELAH BERTAHUN2 MENGALAMINYA KLO W MINDER KARENA W TAKUT KLO TEMEN2 MENGETAHUI KEKURANGAN W. MAKLUMLAH SEJAK KECIL W DIDIDIK JADI ORANG SOMBONG, MESKI W BUKAN ORANG KAYA. SEJAK SAAT ITU W BISA AGAK TOLERANSI TERHADAP DIRI W SENDIRI SOAL KEKURANGAN DIRI W. YAH SEKARANG W BISA NYANTE KLO MAU CARI KENALAN BARU.TP W MASIH PILIH-PILIH TEMEN YG NGGAK NAKAL DAN COWOK, SEHINGGA W KESULITKAN KLO MAU MENJALIN HUBUNGAN AMA YG NAKAL DAN YANG CEWEK.GIMANA KIRA2 SOLUSINYA MASTER

  2. terimakasih atas informasi dan ilmunya. saya dapat menjadikan ini pedoman bagi saya untuk menjalani kehidupan..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *