cara agar percaya diri-remaja

Bagaimana Agar Percaya Diri dan Tidak Minder

TANYA:

Halo KonsultasiPsikologi.icbc-indonesia.org, saya mau tanya, tapi sebelumnya saya mau cerita, saya sering merasa nggak percaya diri dan minder kalau sedang kumpul sama teman-teman. Kalau mereka sedang foto-foto, mereka jarang mengajak saya. Dan kalau ada event-event (acara-acara) seperti pentas seni, saya tidak pernah diajak padahal mereka mengajak teman lain di depan saya :(. Jadi saya lalu berpikiran negatif tentang mereka, ‘Mungkin mereka malu kalau mengajak saya. Atau mungkin ada yang aneh pada diri saya.’ Apa semua itu cuma perasaan saya saja? Saya mohon solusinya, bagaimana agar percaya diri dan lebih bisa bergaul dengan mereka? Terima kasih.

Nina di Bandung (17 tahun, pelajar)

cara agar percaya diri-remajaBagaimana agar percaya diri dan bisa bergaul dengan teman?

JAWAB:

Hai Nina… . Sebelum menjawab pertanyaan kamu, saya ingin bertanya beberapa hal, ya. Silakan pertanyaan-pertanyaan saya ini dijawab secara tertulis pada kertas:

1. Coba sebutkan nama-nama teman yang sering berinteraksi atau bertegur sapa denganmu.

2. Sebutkan nama teman-teman yang ketika memiliki persoalan atau masalah, curhat atau bercerita padamu, entah dengan cara menelepon, maupun menulis sms, bbm, atau cara lainnya.

3. Tuliskan nama teman-teman yang ketika mereka memiliki masalah, cenderung datang kepadamu dan lebih memilih kamu sebagai tempat bercerita atau berkeluh kesah.

4. Lalu, buat tabel dua kolom. Di kolom sebelah kiri, tuliskan kelebihan-kelebihan yang kamu miliki dan tulis kelemahan-kelemahan dirimu di kolom sebelah kanan.

5. Lanjutkan dengan menuliskan daftar kegiatan bersama teman-teman yang kamu lakukan pada:

  • satu minggu terakhir,
  • dua minggu terakhir,
  • tiga minggu terakhir,
  • satu bulan terakhir,
  • … terus per minggu sampai sekitar dua atau tiga bulan terakhir secara detail

Pertanyaan-pertanyaan di atas merupakan cara untuk melakukan kroscek (memeriksa kembali) kenyataan atau refleksi sederhana tentang pikiranmu: apakah kegelisahan, kecemasan, kesedihan yang kamu sampaikan betul-betul merupakan fakta yang terjadi (kenyataan) atau sebetulnya kamu hanya beberapa kali saja mengalami sikap ‘disingkirkan’ atau ‘dihindari’ lalu kemudian menganggap semua kejadian adalah buruk dan kemudian berkembang menjadi pemikiran yang terlalu negatif. (Baca juga: Tetap Tidak Percaya Diri Meski Memiliki Banyak Kelebihan)

Apabila ternyata faktanya:

– hanya beberapa kejadian saja yang menunjukkan bahwa teman-temanmu bersikap seperti ceritamu;

– dan dari jawaban yang kamu tulis kamu menemukan bahwa sebenarnya kamu memiliki hubungan pertemanan yang menyenangkan;

– hanya pada beberapa kesempatan saja kamu ‘dihindari’…,

maka itu berarti persoalannya terletak pada pola berpikirmu yang cenderung berpikir negatif, dan menyingkirkan hal-hal positif begitu terjadi situasi yang tidak menyenangkan.

Ada beberapa hal yang dapat menjadi faktor penyebab seseorang  mudah berpikir negatif. Misalnya, karena orang tersebut memiliki karakter perfeksionis (ingin segala sesuatu sempurna) atau menuntut diri terlalu tinggi, memiliki pengalaman buruk di masa lalu yang menyebabkan luka mendalam, atau karena merupakan suatu wujud ‘pembalasan’ atau kompensasi atas kondisi diri yang tidak sesuai harapan. Namun, apabila kamu menemukan secara nyata bahwa memang kamu cenderung sulit berteman, atau kurang memiliki keterampilan dalam berinteraksi/bergaul dengan teman-teman, dan cenderung kurang percaya diri, maka kamu perlu meningkatkan keterampilan sosial. Misalnya dengan:

  • mengembangkan kelebihan diri,
  • mengelola cara berpikir agar percaya diri,
  • melatih keterampilan berkomunikasi, serta
  • meningkatkan kemampuan mengelola emosi.

Untuk dapat berhasil dalam mempelajari keterampilan-keterampilan sosial tersebut, kamu membutuhkan modal dasar yang utama, yaitu: motivasi, sikap optimis, dan ketekunan dalam menjalani. Proses berlatih terus menerus (mencoba setiap hari) harus dilakukan, dan tentu saja dibutuhkan waktu yang tidak singkat untuk melakukan itu. Hal-hal terkait keterampilan berkomunikasi, bersosialisasi, bagaimana agar berpikir positif, agar percaya diri, maupun cara mengelola emosi, sebetulnya dapat kamu peroleh secara detil dari buku-buku bertema psikologi populer. Artikel, tips dan trik, maupun video tutorial untuk melatih keterampilan-keterampilan tersebut pun banyak tersedia di internet. Mudah diakses pula. Meski demikian, kamu perlu selektif dan bijak dalam memilih bahan belajar mandiri dari internet, ya. Dan apabila kamu merasa kesulitan mempraktikkan panduan-panduan tersebut (baik dari buku maupun sumber dari internet) sehingga membutuhkan pendamping, maka sebaiknya kamu menemui psikolog profesional, konselor, atau guru BP/BK di sekolahmu. Jangan khawatir, Nina. Kamu masih remaja, masih muda, dan masih bisa berkembang sepenuhnya jika kamu mau berlatih dan berusaha. Semangat, ya Nina!

About Lucia Peppy Novianti, M.Psi, Psikolog

Adalah seorang psikolog lulusan UGM Yogyakarta, memiliki ketertarikan utama pada psikologi klinis dewasa, terutama kajian mengenai individu, keluarga, dan kehidupan remaja. Selain aktif sebagai pendamping penyintas kekerasan terhadap anak & perempuan, ia terlibat dalam sejumlah penelitian dan aktif menjadi pembicara di berbagai seminar. Sejak 2017, mendirikan Wiloka Workshop Jogja (lengkapnya di laman 'Konselor')

One thought on “Bagaimana Agar Percaya Diri dan Tidak Minder

  1. Mau tanya…
    Saya mengidolakan teman cowok saya…tapi dia bilang kalau saya adalah pengganggu hidupnya… Lalu, apakah teman saya itu berkata benar atau hanya emosi sesaat ?? Mohon jawabannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *