cara mencegah kenakalan remaja-komunikasi orang tua dan anak remaja

Bagaimana Orang Tua Perlu Merespon, Menindaki dan Memagari Kenakalan Remaja?

Baca juga tulisan sebelumnya:
» 1. Melihat Lebih Dekat, Perilaku Kenakalan Remaja Yang Berujung Pada Pelanggaran Hukum
» 2. Wacana pemberian pendidikan moral (sebagai subjek pelajaran) di sekolah formal

Lalu apa yang dapat dilakukan? Secara sederhana dan mudahnya? Sebetulnya apa yang diperlukan sebagai sarana prevensi/pencegahan adalah sesuatu yang mudah dan sederhana namun pada masa sekarang menjadi sulit dan bahkan mahal. Ada setidaknya 2 hal yang menjadi dasar untuk prevensi agar remaja dapat terhindar dari perilaku kenakalan yang tidak terkontrol. Pertama adalah komunikasi dan kedua adalah mendampingi dan melatih mengenal dan mengelola emosi. Kedua hal tersebut perlu ditindaki mulai dari entitas sosial yang terkecil, yakni keluarga dan orang tua sebagai aktor utamanya.

Komunikasi antara anak dan orang tua yang dibutuhkan adalah bukan sekedar menyampaikan pesan ‘berita’ tentang diri dan aktivitas keseharian, seperti sudah makan, mau makan apa, salam pulang sekolah, dan seterusnya. cara mencegah kenakalan remaja-komunikasi orang tua dan anak remajaNamun yang lebih esensial dan penting adalah bagaimana hal-hal yang ada dalam diri dapat pula dipahami oleh pihak lain: apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh anak dapat dipahami oleh orang tua dan sebaliknya. Pemahaman tersebut akan tercapai ketika ada proses komunikasi yang lancar serta kemampuan saling memahami, yakni empati.

Lalu yang kedua adalah bagaimana orang tua dapat menjadi pendamping anak dalam mengenali dan mengolah emosi yang sedang dirasakan, daripada sekedar memendam atau bahkan memaksa anak untuk tidak memiliki emosi tersebut. Biasanya hal ini terjadi ketika seseorang merasakan emosi negatif, seperti marah, takut, atau sedih. Dorongan untuk menghapus atau ‘membunuh’ emosi-emosi negatif yang sedang dirasakan tersebut dapat menjadi bibit perilaku negatif yang bahkan dapat berakibat buruk pada jangka panjang.

Bagaimana mengenali dan mengelola emosi merupakan suatu bahasan yang panjang dan detail tersendiri. Namun demikian, pada masa sekarang, adanya akses informasi melalui internet dapat menjadi sumber bagi orang tua untuk mencari informasi seluas mungkin tentang bagaimana memiliki kemampuan mengenali emosi dan mengelolanya. Namun demikian, orang tua tetap perlu waspada dan teliti sehingga mengambil informasi dari sumber terpercaya. Dan jangan lupa juga, sebagai orang tua pun perlu mempraktekkan cara membiasakan diri untuk dapat mengenali, memahami dan mengelola emosinya; serta mencegah diri dari mengekspresikan ledakan emosi yang kurang tepat. Bagaimanapun perilaku orang tua sampai sekarang masih menjadi sumber referensi utama bagi anak/remaja dalam berperilaku.

-selesai-

About Lucia Peppy Novianti, M.Psi, Psikolog

Adalah seorang psikolog lulusan UGM Yogyakarta, memiliki ketertarikan utama pada psikologi klinis dewasa, terutama kajian mengenai individu, keluarga, dan kehidupan remaja. Selain aktif sebagai pendamping penyintas kekerasan terhadap anak & perempuan, ia terlibat dalam sejumlah penelitian dan aktif menjadi pembicara di berbagai seminar. Sejak 2017, mendirikan Wiloka Workshop Jogja (lengkapnya di laman 'Konselor')

One thought on “Bagaimana Orang Tua Perlu Merespon, Menindaki dan Memagari Kenakalan Remaja?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *