pacaran remaja backstreet

Bagaimana Kalau Pacar Tidak Memenuhi Kriteria dan Harapan Orang Tua

pacaran remaja backstreet

 

TANYA:

Mbak, sekarang saya merasa ragu bagaimana harus bersikap. Saya sudah dua tahun berpacaran, tapi orang tua hanya mengetahui bahwa kami berteman biasa saja. Saya tidak berani bercerita pada orang tua karena saya yakin orang tua tidak akan menyetujui. Pacar saya ini berantakan penampilannya. Sikapnya kurang dewasa, dan sepertinya bukan tipe yang disukai orang tua saya. Saya mesti bagaimana ya? Apakah perlu bercerita pada orang tua atau tetap seperti ini saja, pacaran diam-diam?

Tapi saya juga kadang berpikir, hubungan kami ini akan bagaimana, mengarah kemana. Kasih solusi ya, Mbak…

Winda (perempuan, 24 tahun)

 

JAWAB:

Halo, Mbak Winda. Semoga saat ini dalam kondisi sehat ya. Hmm…, perkara hati memang gampang-gampang susah ya. Apalagi bila berkaitan denagn orang tersayang kita yang lain, yaitu orang tua kita. Nah, untuk memutuskan langkah selanjutnya dalam menjalani hubungan saat ini, saya pikir ada baiknya Mbak Winda mulai dengan berefleksi, melihat kembali hubungan yang sedang dijalani. Apakah menurut Mbak, Anda dan pasangan dapat berproses bersama hingga berlanjut ke jenjang yang lebih serius? Apabila memang demikian, maka coba bicarakan terlebih dahulu dengan pasangan mengenai hal-hal apa yang mungkin terlihat negatif di mata orang tua Mbak Winda. Apakah hal-hal tersebut dapat dikelola atau diubah? Bila ada hal-hal yang tidak dapat diubah, maka diskusikan apa yang bisa Mbak Winda dan pasangan lakukan agar orang tua Anda bisa memahami/menerima… .

Ketika proses berhubungan sudah dirasa nyaman dan ada keinginan berlanjut ke jenjang berikutnya, Anda dan pasangan sangat perlu untuk saling terbuka dan saling memberi umpan balik (termasuk kritikan), yang ditujukan untuk perbaikan dan pengembangan pasangan. Nah, apabila koreksi yang ingin dilakukan dilandasi niat untuk menjadi lebih baik, biasanya pasangan juga akan dapat menerima dan bersikap terbuka. Namun jangan pula lupa untuk memilah kata dan memilih waktu ketika akan mendiskusikan hal yang ‘cukup sensitif’ ini.

Setelah proses bersama pasangan, Mbak Winda perlu juga membangun komunikasi dengan orang tua berkaitan dengan pendapat mereka akan pria yang mereka harapkan untuk putrinya (Mbak Winda). Dengan demikian, Mbak Winda akan dapat mengukur peluang diterima atau ditolaknya pasangan Anda yang masih dirahasiakan ini. Kadang kala kita terbelenggu dengan pikiran-pikiran sendiri yang belum tentu benar. Karenanya, proses ‘cek-ricek’ alias kroscek atau konfirmasi secara langsung adalah hal yang sangat perlu dilakukan dalam keseharian kita, daripada hidup dengan dugaan-dugaan atau gosip. Bagaimana Mbak Winda? Selamat berproses ya… .

About Lucia Peppy Novianti, M.Psi, Psikolog

Adalah seorang psikolog lulusan UGM Yogyakarta, memiliki ketertarikan utama pada psikologi klinis dewasa, terutama kajian mengenai individu, keluarga, dan kehidupan remaja. Selain aktif sebagai pendamping penyintas kekerasan terhadap anak & perempuan, ia terlibat dalam sejumlah penelitian dan aktif menjadi pembicara di berbagai seminar. Sejak 2017, mendirikan Wiloka Workshop Jogja (lengkapnya di laman 'Konselor')

2 thoughts on “Bagaimana Kalau Pacar Tidak Memenuhi Kriteria dan Harapan Orang Tua

Comments are closed.