bagaimana cara melakukan pendekatan pada cowok

Bagaimana Cara Melakukan Pendekatan pada Cowok yang Ditaksir?

TANYA:

Kakak-kakak pengelola KonsultasiPsikologi.icbc-indonesia.org, saya ingin bertanya. Saya suka pada seorang cowok. Dia lebih tua dari saya. Dia teman main kakak perempuan saya sejak kecil. Tapi dia hanya menganggap saya sebagai adik. Terus saya juga baru tahu ternyata dia sudah suka pada cewek yang usianya sama dengan dia, dan cewek itu lulusan psikologi. Kata dia, dia sangat mendambakan punya pendamping hidup berpendidikan psikologi. Nah saya ingin bertanya, setelah saya tahu dia sudah punya incaran, apa sebaiknya saya berhenti mendekati dia? Saya ingin jauh lebih dekat padanya tapi saya takut merusak hubungan saya dengan dia. Dan saya bingung bagaimana cara melakukan pendekatan pada cowok, maksud saya, bagaimana cara mendekati dia. Terima kasih atas bantuannya, Kakak.

Mella (mahasiswa, 20 tahun)

 bagaimana cara melakukan pendekatan pada cowokCara Melakukan Pendekatan pada Cowok

Jawab:

Hai, Mella yang sedang penuh rasa cinta. Naksir atau suka pada seseorang berjuta, ya rasanya. Campur aduk pula! Ada rasa senang, bahagia, berbunga-bunga namun juga terselip rasa cemas, khawatir, maupun takut-takut. Situasi yang sedang kamu hadapi saat ini sangat wajar dijumpai pada orang-orang yang sedang jatuh cinta. Pertanyaan utamamu adalah, terkait situasi yang ada, keputusan apa yang sebaiknya kamu ambil: tetap berusaha menjalin hubungan dengan dia, atau mundur teratur?

Pertama, syukurilah bahwa di dalam situasi mabuk cinta seperti saat ini, logikamu tampaknya masih cukup aktif berperan. Hal ini baik dan sangat bermanfaat karena akan mampu mencegah dan menguatkan dirimu agar tidak mudah terjebak pada ‘cinta buta’ yang berdampak negatif kepada dirimu. Jadi pertahankan, ya….

Nah, untuk menjawab pertanyaan besar yang ingin kamu putuskan itu, hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah menyingkirkan dahulu apa dan siapa cowok yang kamu sukai itu. Kamu perlu melakukannya agar kamu bisa lebih jernih melihat pada apa dan bagaimana kebutuhan dan harapanmu tentang sebuah hubungan, dan menjadikannya alasan dasar dalam berpacaran (berhubungan).

Hal ini maksudnya, agar kamu tidak menjadikan ‘cowok itu dan segala tentangnya’ sebagai alasan pengambilan keputusanmu. Adalah lebih penting untuk melihat ke dalam dirimu, tentang apa dan bagaimana sosok yang kamu cari dari seorang teman dekat, pacar, atau (calon) pendamping hidup, yang membuatmu nyaman dan dapat mendukungmu untuk berkembang. Untuk memperjelas, kamu bisa menulis semacam daftar tentang hal ini. Ya, sebagian orang menyebut ini sebagai daftar kriteria pasangan. Sesudah ditulis, lihat kembali urutan kriteria. Jika perlu susun ulang urutan kriteria dari yang paling penting menurutmu.

Sekarang, coba lihat apakah hal-hal yang tertulis dalam daftar itu, dimiliki oleh ‘si dia’? Apakah dia cukup berarti untuk diperjuangkan? Lihat pula apa saja kriteria yang tak dimilikinya, tapi bisa kamu toleransi/terima. Termasuk kekurangan-kekurangan dia yang bisa kamu toleransi, ya… .

(Baca Juga: Bagaimana Kalau Pacar Tidak Memenuhi Kriteria dan Harapan Orang Tua)

Bila kebutuhan dan kriteria-kriteria yang kamu inginkan ada pada dirinya, dan kamu pun mampu menerima hal-hal yang kamu pandang negatif dari dirinya, maka kamu bisa melangkah ke tahap selanjutnya: menjalin relasi alias pedekate (pendekatan). Lalu bagaimana caranya melakukan pendekatan pada cowok yang ditaksir itu? Dasar dari langkah menjalin relasi adalah mencari dan mengenali kenyamanan dari interaksi dua pribadi. Komunikasi yang lancar merupakan salah satu penandanya. Ketika kamu dan cowok yang kamu sukai dapat berkomunikasi dengan nyaman, dan masing-masing merasakan perubahan pribadi ke arah yang lebih baik, maka proses hubungan yang lebih lanjut akan lebih mudah dibangun. Jika dia merasakan kenyamanan itu, bukan tidak mungkin dia akan mulai memiliki rasa tertarik atau bahkan tumbuh rasa cinta padamu.

Namun di balik itu semua, kamu perlu menanamkan dalam dirimu sejak awal bahwa mencintai adalah sebuah pilihan dan proses. Cinta adalah sesuatu yang tidak bisa dipaksakan. Kalau pada akhirnya orang yang kamu sukai merasakan tidak adanya kecocokan dan kenyamanan dalam konteks hubungan berpasangan, maka kamu pun perlu siap mempersiapkan diri untuk menerima kondisi tersebut.

Di atas semua itu, Mella, bersyukurlah karena kamu memiliki kesempatan merasakan gejolak emosi cinta ini. Sebisa mungkin, jadikan situasi yang sedang sangat positif ini untuk mendorongmu melakukan banyak hal baik, untuk dirimu sendiri maupun orang-orang di sekitarmu. Selamat berproses, Mella!

About Lucia Peppy Novianti, M.Psi, Psikolog

Adalah seorang psikolog lulusan UGM Yogyakarta, memiliki ketertarikan utama pada psikologi klinis dewasa, terutama kajian mengenai individu, keluarga, dan kehidupan remaja. Selain aktif sebagai pendamping penyintas kekerasan terhadap anak & perempuan, ia terlibat dalam sejumlah penelitian dan aktif menjadi pembicara di berbagai seminar. Sejak 2017, mendirikan Wiloka Workshop Jogja (lengkapnya di laman 'Konselor')

One thought on “Bagaimana Cara Melakukan Pendekatan pada Cowok yang Ditaksir?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *