dampak numpang tinggal di rumah saudara

Apa Efek Numpang Tinggal di Rumah Saudara?

TANYA:

Bagaimana dampak positif dan negatif jika saya numpang tinggal di rumah Oom (kakak kandung Mama) bagi saya yang sedang menjalani perkuliahan?

Ridwan di Medan

(19 tahun, mahasiswa)

JAWAB:

Hai Ridwan, selain pertanyaan ini kamu lontarkan pada KonsultasiPsikologi.icbc-indonesia.org, mungkin ada baiknya kamu tanyakan pula kepada teman-teman yang pernah punya pengalaman numpang tinggal bersama saudara dari orang tua. Dengan demikian kamu mendapatkan beberapa sudut pandang berdasar pengalaman nyata, yang akan memperkaya wawasanmu.

Secara umum, tinggal bersama saudara dalam jangka waktu panjang akan berpengaruh pada beberapa hal, yaitu pada aspek ekonomi, sosial, maupun budaya (kebiasaan). Beberapa dampak positif misalnya, keamanan ekonomi. Jika ada kesulitan ekonomi, kamu akan lebih mudah menghadapi. Kamu tidak akan dituntut dengan pembayaran sewa bulanan atau tahunan (kecuali ada kesepakatan tertentu). Masalah pangan juga akan cenderung tercukupi walaupun kamu tidak memiliki uang di akhir bulan. Dari sisi sosial kamu juga akan diuntungkan karena telah lebih mengenal karakter dan kebiasaan (budaya) orang-orang di tempat tinggal barumu sehingga proses adaptasi akan cenderung cepat. (Baca juga » Masalah Ekonomi Keluarga, Urusan Siapa?)

 dampak numpang tinggal di rumah saudaraBagaimana jika harus numpang tinggal di rumah saudara?

Berbeda dengan jika kamu tinggal di kos atau kontrakan, kamu akan bertemu banyak orang dengan latar belakang budaya dan kebiasaan yang berbeda-beda sehingga menuntutmu untuk lebih pintar dan cepat dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan. Apabila kamu memiliki keterbatasan atau kesulitan tertentu dalam beradaptasi, tentunya perlu usaha yang lebih besar untuk memahami dan menjalin komunikasi (atau hubungan) dengan teman-teman kos.Kamu perlu belajar memahami dan mengenali karakter serta pola kebiasaan orang-orang yang tinggal bersamamu.

Meski demikian, terdapat pula potensi persoalan jika tinggal bersama saudara, diantara terkait dengan rasa bebas, rasa sungkan untuk bersikap (terutama bila keluarga yang ditinggali menganut pola dominasi), maupun hal lain yang menghambat pengembangan diri. Misalnya saja, karena waktu dibatasi dan cenderung diatur oleh keluarga induk semang.

Aspek-aspek positif dan negatif dari numpang tinggal bersama keluarga maupun tinggal di luar (kos/kontrakan) akan dipengaruhi faktor-faktor lain. Oleh karena itu, kamu perlu pula melihat faktor-faktor yang mempengaruhi baik itu berasal dari dalam dirimu, maupun dari luar dirimu. Beberapa faktor internal (dari dalam diri) yang berkontribusi misalnya, bagaimana keterampilan penyesuaian diri yang kamu miliki, bagaimana kamu mengelola emosi, sejauh mana kemandirian kamu, keterampilan berhubungan dengan orang lain, ataupun bagaimana kemampuanmu mengelola motivasi.

Faktor dari luar diri (eksternal), misalnya, bagaiman model atau karakter Oom/Paman, demokratis atau cenderung otoriter? Bagaimana pola budaya keluarga mereka, serta aktivitas seperti apa yang akan kamu jalani ketika hidup bersama keluarga tersebut?

Mengetahui faktor-faktor dari dalam dan luar tersebut akan menentukan seberapa jauh suatu keadaan (numpang tinggal di rumah saudara) akan menjadi positif atau justru berkembang menjadi negatif. Semoga jawaban ini memberikan alternatif berpikir yang lain bagimu, ya Ridwan. Selamat bereksplorasi, menggali diri sendiri… .

About Lucia Peppy Novianti, M.Psi, Psikolog

Adalah seorang psikolog lulusan UGM Yogyakarta, memiliki ketertarikan utama pada psikologi klinis dewasa, terutama kajian mengenai individu, keluarga, dan kehidupan remaja. Selain aktif sebagai pendamping penyintas kekerasan terhadap anak & perempuan, ia terlibat dalam sejumlah penelitian dan aktif menjadi pembicara di berbagai seminar. Sejak 2017, mendirikan Wiloka Workshop Jogja (lengkapnya di laman 'Konselor')

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *