Anak Merengek Minta Dibelikan (Gadget) Tablet

kpo game tablet

TANYA:

Salam. Bu, saya punya dua anak, Deo (laki-laki) usianya 6 tahun dan Cindy (perempuan) usianya 3 tahun. Anak saya yang pertama, Deo, dari dulu sejak umur 4 tahun sering melihat teman-teman dan saudaranya pakai tablet (gadget). Kadang dipinjami dan senang sekali karena bisa memainkan permainan (game) di tablet yang menarik. Makanya dia ingin sekali dibelikan tablet. Saking seringnya ia meminta pada saya, akhirnya saya menjanjikan kalau berat badannya bisa mencapai 22 kg (saat ini masih 17 kg) maka dia akan saya belikan tablet. Ya biar dia semangat makan yang banyak, karena selama ini makannya sulit sekali. Dan saya pikir, asal tabletnya diisi game-game anak-anak kan tidak apa. Apakah keputusan saya sudah benar, ya Bu?

Ibu Kunthi (36 tahun)

JAWAB:

Salam Ibu Kunthi, terima kasih untuk pertanyaannya.

Di era teknologi sekarang ini memang kita tidak bisa lepas dari gadget dan alat komunikasi canggih lainnya. Orang-orang sekitar lingkungan maupun keluarga sudah ramai menggunakan tablet PC hingga anak-anak pun tertarik dengan tablet PC ini. Permainan yang ditawarkan di tablet memang begitu menarik, selain memang tampilannya yang penuh warna, permainan biasanya disertai dengan keaktifan jari jemari. Maka dalam hal ini, ketrampilan motorik halusnya akan terasah.

Yang terpenting adalah kendali ibu sebagai orangtua terhadap penggunaan gadget, bisa dalam hal waktu, jenis game, dan tempat main game. Selain itu juga durasi atau berapa lama nge-game-nya. Buatlah kesepakatan sejak awal dengan anak mengenai kapan saja ia boleh main game di-gadget, misalnya maksimal 2 jam per hari. Dan boleh berbagi atau bergantian dengan adik/kakaknya. Masukkan juga dalam kesepakatan dengannya, bahwa ketika sedang berbicara dengan orang dewasa tidak sembari (sambil) main game. Ini penting agar anak tetap bisa membiasakan diri menghargai orang lain, dan tidak selalu asyik sendiri dengan game-nya tanpa mempedulikan lingkungannya.

Namun di luar itu semua, tetap imbangi dengan aktivitas motorik lainnya, misalnya menggambar, bersepeda, main balok, atau bermain bola dimana permainan tersebut mengaktifkan seluruh inderanya. Selain itu, doronglah anak untuk tetap bermain bersama teman-teman sebayanya. Karena dengan begitu, ia akan tetap merasakan frustrasi, kecewa, tidak setuju bahkan pertengkaran, yang akan mengasah kemampuan mengelola emosi dan menyelesaikan masalah. Yang notabene pengalaman-pengalaman tersebut tidak ada di game tablet PC.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *