anak kecanduan bermain hp

Agar Anak Tidak Kecanduan Handphone (HP)

TANYA:

Bagaimanakah cara membuat anak saya tidak kecanduan pada telepon seluler (hape)? Saya punya dua anak, yang pertama usia 10 tahun dan adiknya usia 7 tahun. Dari bangun tidur sampai tidur lagi mereka selalu saja memegang hape. Bahkan sering kali saya lihat mereka makan pun sambil memegang dan menggunakan hape.

Anak saya pertama menggunakan untuk chatting dan yang kedua cenderung untuk bermain game. Saya sampai pusing karenanya.

anak kecanduan bermain hp

Bapak Joko, 40 tahun

JAWAB:

Bapak Joko, sebelum langsung pada berpikir apa yang harus Anda lakukan, saya ingin mengajak Anda untuk terlebih dahulu memahami dan melihat alasan mendasar dari perilaku anak-anak. Coba amati, berapa kali dan berapa lama hape digunakan, dan tanyakan pula apa yang anak dapatkan dari berinteraksi dengan hape dalam jangka panjang tersebut. Mintalah mereka menceritakan kepada Anda keasyikan dan kenikmatan yang mereka rasakan dari bermain hape.

Coba amati pula perilaku orang dewasa di sekitarnya (termasuk Anda) dalam menggunakan hape. Hal ini penting, karena kita perlu memahami terlebih dahulu alasan dari suatu perilaku sebelum meminta mereka untuk merubah perilaku yang kita anggap negatif. Bisa jadi mereka melakukan perilaku tersebut sebagai (a) pelarian dari kebutuhan akan perhatian dari orang di sekitarnya, (b) karena merasa bosan, dan (c) butuh pelarian dari permasalahan yang tidak diketahui jalan keluarnya, atau (d) semata-mata sebagai dampak meniru perilaku orang dewasa di sekitarnya (termasuk kita sang orang tua). Semula bermain hape adalah sebuah refreshing sesaat tetapi karena terus dilakukan akhirnya menjadi kebiasaan dan kebutuhan.

Sesudah memahami alasan interaksi dengan hape dari sudut pandang mereka, mulailah …>>baca lanjutannya>>…

About Lucia Peppy Novianti, M.Psi, Psikolog

Adalah seorang psikolog lulusan UGM Yogyakarta, memiliki ketertarikan utama pada psikologi klinis dewasa, terutama kajian mengenai individu, keluarga, dan kehidupan remaja. Selain aktif sebagai pendamping penyintas kekerasan terhadap anak & perempuan, ia terlibat dalam sejumlah penelitian dan aktif menjadi pembicara di berbagai seminar. Sejak 2017, mendirikan Wiloka Workshop Jogja (lengkapnya di laman 'Konselor')